Abstract

AbstrakPenelitian pada bidang teknologi roket dapat menjadi indikator kemajuan suatu negara. Teknologi roket dapat digunakan sebagai alat pertahanan. Di bidang militer jenis roket yang digunakan adalah peluru kendali (rudal). Jenis rudal yang paling terkenal adalah rudal jelajah.  Rudal jelajah terbang dengan lintasan horizontal menuju target. Rudal jelajah menggunakan sayap sebagai pembangkit gaya aerodinamika untuk mengontrol gerakan sewaktu mengudara. Pada intinya rudal jelajah adalah pesawat tanpa awak yang dirancang untuk membawa hulu ledak konvensional dengan jarak ratusan kilometer. Agar dapat mencapai target secara autonomus, rudal jelajah harus memiliki sistem control surface otomatis yang dapat membetulkan arah saat terbang sesuai dengan misi. Sistem navigasi yang baik akan mengarahkan rudal jelajah pada target dengan akurat. Sistem navigasi dapat menentukan posisi, kecepatan, dan sikap dari rudal jelajah. Penelitian ini akan membahas mengenai perancangan sistem navigasi pada rudal jelajah. Sistem navigasi ini akan digunakan rudal jelajah yang akan diikutkan pada kompetisi. Dalam penelitian ini, sistem navigasi yang dibuat akan berbasiskan pada waypoint. Pada sistem ini posisi dari rudal akan terus menerus diperbaharui agar sistem dapat mengarahkan rudal pada sasaran dengan akurat. Dengan mempertimbangkan faktor keamanan, motor elektrik dan baling baling berjenis ducted fan dipilih sebagai pengganti tenaga pendorong pada rudal jelajah konvensional. Ini mengakibatkan perubahan parameter seperti pada kecepatan, getaran, daya angkat, dan daya dorong. Berdasarkan hasil pengujian, sistem mampu merespon perubahan arah lintasan terbang pada rudal agar mendekati target sebesar 100% dan mampu mengarahkan rudal jelajah pada target dengan galat sebesar 30%, dengan parameter keberhasilan mencapai target yang memiliki radius sejauh 15 meter kemudian melakukan separasi.


Kata kunci : Rudal jelajah, Sistem navigasi, Ducted fan, Waypoint, Control surface.