Abstract

Setiap kota memiliki porsi lahan hijau masing-masing yang dapat ditentukan oleh luas wilayahnya. Masyarakat urban yang tinggal di kota harusnya memiliki peran dalam pelestarian lahan hijau. Namun, masyarakat belum dapat memahami manfaat, kegunaan dan cara mengaplikasikannya. Hal tersebut menjadi dasar penelitian yang berhubungan dengan peran teknologi sebagai alat bantu dalam menjembatani kegiatan yang berupaya melestarikan lahan hijau, salah satunya dengan kegiatan urban agriculture. Penelitian ini menggunakan responden suatu komunitas di kota Bandung yang berumur 18 –30 tahun yang memiliki minat dan orientasi terhadap lingkungan, yaitu BdgBerkebun. Alat bantu yang digunakan memiliki konten tentang konsep urban agriculture, cara memanfaatkan lahan sempit menjadi lahan hijau yang produktif serta informasi-informasi seputar tanaman dan pemeliharaannya. Penelitian ini menghasilkan sebuah rancangan aplikasi perawatan tanaman dengan menampilkan simulasi kebun virtual dan dilengkapi dengan fitur scheduling dan reminder. Setelah rancangan ini diuji coba, hasilnya menunjukkan bahwa sebagian besar pengguna merasa terbantu dan membutuhkan suatu media digital yang bersifat fleksibel dalam memaksimalkan kegiatan urban agriculture di wilayah kota.