IDENTIFIKASI FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENINGKATAN DAYA SAING INDUSTRI TEKSTIL DAN PRODUK TEKSTIL (TPT) DI WILAYAH INDUSTRI TPT KABUPATEN BANDUNG (STUDI KASUS: KECAMATAN DAYEUH KOLOT, KECAMATAN MAJALAYA, KECAMATAN KATAPANG, KECAMATAN PAMEUNGPEUK, DAN KECAMATAN SOLOKAN JERUK)

Selfa Septiani Aulia, Tatang Suheri

Abstract


Isu penurunan daya saing yang dialami oleh industri TPT yang berada di Indone-sia mengemuka sejak terdapat adanya persaingan global dengan negara-negara lain penghasil TPT seperti Cina, India, Vietnam dan Kamboja. Selain mengalami penurunan daya saing terhadap adanya penurunan permintaan terhadap pasar ekspor juga industri TPT dalam negeri mengalami persaingan dengan masuknya barang-barang sejenis ke pasar domestik yang berasal dari negara-negara penghasil komoditas TPT yang lain. Karena industri TPT yang berada di kecamatan-kecamatan tersebut merupakan sektor basis, memiliki kontribusi yang besar, dan memiliki efek pengganda bagi wilayahnya sehingga jika melihat potensi-potensi yang berada di wilayah tersebut, penting untuk melakukan penelitian ini agar industri TPT yang berada di wilayah studi bisa bertahan bahkan memanfaatkan peluangnya di pasar bebas.
Dari 10 faktor dan 46 sub faktor yang dijabarkan ke dalam kuesioner menggunakan Metode Delphi, yaitu menanyakan kepada para Responden Ahli mengenai faktor dan sub faktor apa saja yang mempengaruhi peningkatan daya saing industri TPT, terbagi menjadi 2, yaitu faktor pertama, merupakan kelompok faktor yang dianggap sangat mempengaruhi atau disebut juga se-bagai faktor kelompok pendorong peningkatan daya saing industri TPT; dan faktor kedua, yang merupakan kelompok faktor yang dianggap mempengaruhi atau disebut juga sebagai faktor kelompok pendukung peningkatan daya saing industri TPT. Faktor-faktor yang termasuk kedalam kelompok faktor pertama adalah faktor biaya produksi dan faktor permintaan pasar. Faktor-faktor yang termasuk kedalam kelompok faktor kedua adalah faktor industri-industri pen-dukung dan terkait, faktor strategi perusahaan, struktur, dan persaingan, faktor peluang, faktor peranan pemerintah, faktor infrastruktur, faktor SDM, faktor inovasi, dan faktor teknologi. Masih terdapat beberapa faktor dan sub faktor yang tingkat pengaruhnya belum mengalami konsensus/ kesetujuan dari para Responden Ahli.
Arahan pengembangan untuk mengoptimalkan faktor-faktor yang mempengaruhi peningkatan daya saing industri TPT di kelima lokasi industri TPT dibedakan menjadi dua, yaitu arahan untuk mengoptimalkan faktor per-tama dan arahan untuk mengoptimalkan faktor kedua. Untuk rekomendasi, terdapat beberapa rekomendasi yang diberikan untuk pengembangan industri TPT di kelima lokasi industri TPT ini.


Keywords


Daya Saing;Industri TPT;Faktor-Faktor yang Mempengaruhi;Kabupaten Bandung;Lima Lokasi Wilayah Industri TPT

Full Text:

PDF

References


Dahuri, Rokhmin dan Iwan Nugroho. 2012. Pembangunan Wilayah Perspektif Ekonomi, Sosial dan Lingkungan. Jakarta. LP3ES

Dunn, William. 2000. Analisis Kebijakan Publik Edisi Kedua. Yogyakarta. Gadjah Mada University Press

Hakim, Arman dan Hermawan Kartajaya. 2012. Supply Chain Economic Rekon-struksi Inovasi Daya Saing Increasing Return. Yogyakarta. Andi Yogyakarta

Porter, Michael E. 2007. Strategi Bersaing (Competitive Strategy) Teknik Menganalisis Industri dan Pesaing. Tangerang. Karisma Publishing Group. Tangerang

UU Perindustrian Tahun 1984. Jakarta: Di-nas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag)

Peraturan Presiden No. 28 Tahun 2008 Ten-tang Kebijakan Industri Nasional

Rahayu, Astuti. 2008. Kabupaten Gunung Kidul: Sebuah Kajian Wilayah yang Kurang Berkembang. Semarang. Uni-versitas Diponegoro. Semarang

Sparta, Rozi. 2013. Identifikasi Daya Saing Kota Cimahi Dibandingkan Dengan Kota Bandung dan Kabupaten Ban-dung. Bandung. Institut Teknologi Bandung

Keane, Jodie and Dirk Willem te Verde. 2008. The Role of Textile and Cloth-ing Industries in Growth an Develop-ment Strategies. Britain. Overseas Development Institute


Refbacks

  • There are currently no refbacks.