Perempuan dalam konflik agraria

Aulia Asmarani

Abstract


Tanah sebagai sumber kehidupan membuat petani berjuang untuk mendapat-kan hak atas tanah. tanah merupakan simbol kemerdekaan bagi petani karena dari tanah tersebut mereka akan menjadikan kehidupannya lebih baik secara ekonomi, sosial dan budaya. menyikapi berbagai kebijakan yang tidak adil, para perempuan lebih kritis dan berani menyampaikan pendapat. perempuan tani terlibat aktif dalam gerakan tani dari masa ke masa. penelitian ini mendeskripsi-kan tentang peranan perempuan dalam konflik pertanahan. kiprah perempuan tani dalam perjuangan perebutan tata kuasa lahan dalam konflik agraria tidak dapat diremehkan. bias gender dalam pergolakan reclaiming dalam konflik agraria relatif tidak ditemukan. petani, baik itu perempuan ataupun laki-laki mau merebut kembali kuasa atas tanah. tanah kawasan hutan yang dikuasai oleh pemerintah adalah bukan atas nama perempuan atau laki-laki, tapi tanah petani. perebutan kedaulatan sumber daya agraria, ternyata di kampong palin-tang warga tidak melihat sebagai perempuan. militansi perempuan melebihi dari laki-laki. gerakan perempuan terlibat aktif dalam gerakan tani.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.