Abstract

Penelitian ini bertujuan melihat validasi metode pengukuran ketahanan pangan wilayah, apabila aspek kearifan lokal diperhitungkan dan menentukan besarnya kontribusi dari aspek kearifan lokal berdasarkan pengetahuan lokal, keterampilan lokal, dan proses sosial lokal terhadap tingkat ketahanan pangan wilayah. Penelitian dilakukan secara deskriptif analitik. Pemilihan wilayah penelitian dilakukan dengan pertimbangan kebutuhan studi, karena nilai-nilai kearifan lokal masih sangat kental berlaku di salah satu desa dari semua Desa penelitian pada dua Kecamatan, yaitu Kasepuhan Ciptagelar di Desa Sirnaresmi Kecamatan Cisolok Kabupaten Sukabumi dan Kampung Naga di Desa Neglasari Kecamatan Salawu Kabupaten Tasikmalaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa memperhitungkan aspek kearifan lokal memberikan gambaran tingkat ketahanan pangan yang lebih baik. Akurasi pengukuran ketahanan pangan wilayah berimplikasi pada ketepatan penentuan arah kebijakan pembangunan ketahanan pangan.Keywords : Ketahanan pangan, ketahanan pangan wilayah, kearifan lokal.