BONEKA 'BARBIE' BERKERUDUNG SEBAGAI BENTUK DESAIN DAN KEBUDAYAAN
PDF

How to Cite

Albar, D. (2011). BONEKA ’BARBIE’ BERKERUDUNG SEBAGAI BENTUK DESAIN DAN KEBUDAYAAN. VISUALITA Jurnal Online Desain Komunikasi Visual, 3(2). https://doi.org/10.33375/vslt.v3i2.1121

Abstract

Mainan sebagai hasil budaya, merupakan objek desain yang didalamnya
terkandung nilai-nilai yang dapat dimaknai berlainan tergantung audiensnya. Fenomena boneka bergaya Barbie yang erat dengan budaya barat, kini hadir dengan tradisi berkerudung budaya timur tengah atau negara-negara mayoritas muslim merupakan suatu hal yang menarik untuk dibahas. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan relasi budaya interculturalism dan multiculturalism dengan objek desain yang hadir dalam budaya tersebut. Sebagai contoh objek desain dalam relasi antar desain dan kebudayaan, maka keberadaan mainan boneka bergaya Barbie yang erat dengan budaya barat, hadir dengan tradisi berkerudung budaya timur tengah dan negara-negara mayoritas muslim menjadi
contoh relasi yang tepat dari desain dan kebudayaan. Hasil dari penelitian ini maka dapat disimpulkan pemahaman terhadap desain dan kebudayaan merupakan hal yang penting agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam proses komunikasi. Desain memiliki peranan penting dalam budaya dan begitu pun sebaliknya, budaya juga memiliki perananan yang tidak kalah penting dalam desain. Keduanya dapat saling mempengaruhi satu sama lain, berasimilasi dan mampu menciptakan perubahan makna dalam suatu keadaan sosial. Aspek interculturalism dan multiculturalism, terkait objek „Barbie muslim
, merupakan aspek yang secara sosial dipahami berbeda-beda oleh audiensnya. Pada saat „Barbie muslimini berinteraksi dengan budaya yang berbeda dengan budaya dimana „Barbie muslimhadir, tentunya dapat terjadi  kesalahpahaman persepsi dalam memaknai. Barbie sendiri hadir sebagai media multi-cultur dimana atribut-atribut asli Barbie barat mampu diterima budaya timur dan menyatu dengan atribut cara berpakaian budaya setempat.


Kata Kunci: barbie, muslim, desain, budaya

https://doi.org/10.33375/vslt.v3i2.1121
PDF

References

Anonim. (2005). Muslim Barbie?. Dikutip dari http://blog.erdener.org/archives/000029.php (12/10/2010).

Anonim. (2003). Barbie. Dikutip dari http://id.wikipedia.org/wiki/Barbie

(12/10/2010).

Bodley, J. H. (2008). Culture. Microsoft® Encarta® 2009 [DVD]. Redmond,

WA: Microsoft Corporation.

Cheshire. (2009). Introducing Genitally Mutilated Burqa Barbie. Dikutip dari

http://www.newenglishreview.org/blog_display.cfm/blog_id/24366 (12/10/2010).

Salam, M. A. (2005). Barbie muslim style. Dikutip dari http://www.justtotheleft.com/2005/09/barbie-muslim-style.html (12/10/2010).

Thwaites, T., Davis, L., Mules, W. (2002). Introducing cultural and media

studies: Sebuah pendekatan semiotik. Yogyakarta, Indonesia: Jalasutra.

Trisnawati, S. (2010). Understanding culture (2) [PowerPoint slides]. Bandung, Indonesia: Institut Teknologi Bandung.

----------------. (2010). Multiculturalism [PowerPoint slides]. Bandung, Indonesia: Institut Teknologi Bandung.

Authors who publish with this journal agree to the following terms:
a. Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.

 b. Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.