Abstract

Indonesia dikenal dunia sebagai bangsa yang ramah dan terbuka dalammenerima sesuatu yang datang dari bangsa lain, apapun bentuknya, konsep, ideologi, ilmu pengetahuan, teknologi, budaya, ataupun gaya hidup. Tidak peduli positif atau negatif, sedikit banyak menimbulkan perubahan sosial dan masyarakat. Jamaah Tabligh sebagai sebuah komunitas dalam menjalankan praktek agama, dapat dijumpai ciri, keunikan serta kekhasan yang membuatnya berbeda dari masyarakat pada umumnya. Ada sebuah pola yang memunculkan gaya hidup yang cukup menarik untuk diteliti. Pada penelitian ini akan dibahas Jamah Tabligh dan homologi, dengan pendekatan analisis deskriptif. Dalam penelitian ini diperoleh kesimpulan, dalam melaksanakan aktivitasnya,anggota jamaah memiliki banyak kesamaan disebabkan konsep yang diterima sebagai materi/ilmu tanpa boleh dikritisi, atau pun mengambil referensi sumber lain (taqlid). Kesamaan tersebut membentuk sebuah homologi dalam fisik (body) berupa jenggot, dalam pakaian (fashion) afghani clothes, dalam penggunaan ruang dan waktu (bayan, huruj, ijtima), serta penggunaan objek (kayu Siwak. Fenomena tersebut terjadi membentuk sebuah pola, dan menciptakan sebuah gaya hidup. Cara mereka menentukan dan memilih objek dipengaruhi oleh konsep ajaran yang dianut berdasar pada kitab Fadhail Amal. Keyakinan menjadi sebagai suatu perlambang adanya kebutuhan diri terhadap nilai-nilaispiritualitas. Nilai spiritualitas didapat dengan menciptakan/bergabung kedalam komunitas dengan visi misi yang sama yang memunculkan kesamaan-kesamaan dalam berbagai hal.Kata Kunci: homologi, spiritualitas, jamaah, gaya hidup