CITRAAN GAYA HARAJUKU PADA GAYA GRAFIS GRAFIS PRODUK DISTRO

Yully Ambarsih Ekawardhani, Ari Yanti

Abstract


Gaya Harajuku adalah sebuah fenomena yang sedang marak diadopsi
pada gaya grafis. Nama Harajuku merujuk pada sebuah tempat di Jepang, yang di dalamnya terdapat aktivitas fashion jalanan (street fashion), yang sangat dominan sehingga mempopulerkan tempat tersebut. Dominasinya tidak hanya mempengaruhi pencitraan tempat, tetapi menempatkan nama Harajuku menjadi sebuah gaya (style) berbusana. Menariknya, gaya tersebut kemudian diadopsi lagi menjadi gaya grafis pada produk-produk distro. Gaya grafis yang muncul membuat pencitraan yang mengesankan gaya Harajuku. Penelitian ini mengamati pengadopsian gaya Harajuku yang diterapkan pada gaya grafis produk distro. Asumsi dasarnya adalah pada gaya grafis tersebut terdapat ciri-ciri gaya Harajuku. Selain ciri juga terdapat penambahan karakter yang sesuai dengan jenis-jenis gaya Harajuku. Secara khusus, hal ini terjadi pada beberapa distro di kota Bandung. Sampel distro yang digunakan sebagai bahan penelitiannya adalah Screamous, Airplane System, dan Cosmic Clothing Company.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari keempat distro tersebut, tidak
seluruhnya gaya grafis distro-distro tersebut mengadopsi citraan gaya Harajuku. Masih ada kecenderungan untuk tidak mengadopsi seluruh jenis gaya Harajuku. Terdapat lima gaya Harajuku yang lebih banyak menjadi pilihan, yaitu Gothic Lolita/Lolita, Cosplay, Vintage, Teenage Romance No Future dan Unformal Blazer.


Kata Kunci: Gaya, Harajuku, Grafis, Distro


Full Text:

PDF

References


Admin. 2006 (05 Oktober). Distro dan Clothing Beda. Diacses di http://www.Flash-distro.com/Distro News htm, (14 Juni 2007).

Eco, U. (1972). Structuralism, “Social life as a sign system” dalam Robey, D. (ed.). London: Jonathan Cape.

Fashion, Japanese. 2007 (09 Februari). Kimono Encyclopaedia. Diacses di http://www.Japaneselifestyle.com.au/Tokyo/Fashion/Harajuku.htm (21 April 2007).

Fashion, Japanese. 2007 (09 Februari). Harajuku. Diacses di http://www.Japaneselifestyle.com.au/Tokyo/Fashion/Harajuku.htm (21 April 2007).

Haldani, Achmad. (2000). Street Style Sebagai Fenomena Budaya Dan Pengaruhnya Di Indonesia. Tesis-Program Magister Seni Rupa Dan Desain. Universitas Teknologi Bandung. Bandung.

Hebdige, D. (1979). Subculture : The Meaning of Style. London : Routledge.

Holman, R.H. (1980). Symbolic Costumer Behaviour, “Apparel as Communication” dalam E.C. Hirschman dan M. B. Holbrook (ed.).

Lestari, Amelia. (2006). Fenomena Distro sebagai pembentuk Identitas Pribadi Anak Muda Di Bandung. Seminar-Program Studi Seni Rupa Dan Desain. Universitas Teknologi Bandung. Bandung.

Pahlasari, Herra. 2006 (22 September). Kompetisi Desain Eksperimental. Diakses di http://www.iketeruharajuku.wordpress.com/iketeru harajuku.htm (02 April 2006).

Polhemus, Ted. (1994). Street Style, from Side Walk to Catwalk.London : Thames & Houdson.

Sartono, Frans & Edna C Pattisina. 2006 (24 September). Bebas Merdeka dengan Harajuku. Diakses di http://www.kompas.com/Kehidupan.htm (02 April

.

Sartono, Frans & Edna C Pattisina. 2006 (24 September). Strategi Pengingkaran Harajuku. Diakses di http://www.kompas.com/Kehidupan.htm (02 April

.

Showroom.2006 (11 Desember). Publikasi News. Diacses di

http://www.disperindag-jabar.go.id/ Desain Lokal Produk Distro Disukai Konsumen Asing.htm. (14 Juni 2007).

Style, Street.Fashion & Clothing. Diakses di http://www.sedoparking.co.uk/harajukulovers.htm. (21 April 2007).


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 

                                         

 


Flag Counter