VISUALISASI KARAKTER KUNTILANAK BERDASARKAN CERITA LEGENDA URBAN MENGENAI TRAGEDI SAKIT HATI PEREMPUAN

Achmad Deptian Djenuari Rizky, Yully Ambarsih Ekawardhani

Abstract


Salah satu legenda urban yang terkenal di Indonesia adalah cerita
mengenai makhluk-makhluk gaib atau hantu. Pada masyarakat tradisional di Indonesia, hantu secara umum lebih diketahui sebagai roh atau arwah yang meninggalkan raga atau badan karena kematian yang tidak dikehendaki. Menilik kondisi ini maka masyarakat Indonesia mengidentifikasi bermacam-macam makhluk halus, dan salah satu yang dikenal luas adalah kuntilanak. Kuntilanak dipercaya sebagai hantu yang asal-usulnya adalah perempuan yang hamil tetapi kemudian meninggal dunia, atau perempuan yang meninggal karena melahirkan tetapi anaknya belum sempat dilahirkan. Materi legenda urban kuntilanak menarik untuk diangkat karena tidak hanya bercerita mengenai tragedi saja, tetapi bagaimana pemikiran masyarakat pengusungnya menjelaskan asal-usul legenda tersebut, perjalanan hidup sebelumnya menjadi dasar logis yang membentuk suatu konsep perwujudan kuntilanak, sifat serta citra perempuan yang dikenal cantik dan anggun berbalik drastis ketika bertemu tragedi dramatis, serta sifat nafsu duniawi yang terbawa kealam kematian. Hal-hal ini yang pada akhirnya  melegalisasi perwujudan sosok seram yang diketahui sebagai kuntilanak. Makalah ini berdasarkan penelitian dalam Tugas Akhir yang mengangkat
gagasan untuk membuat media yang berkaitan wujud perupaan,  didasarkan pada penelitian mengenai cerita asal dikaitkan dengan pemahaman tentang keberadaan hantu perempuan, yaitu rasa sakit hati, dendam, dan alam kematian.
Kata kunci: lengenda urban, hantu, kuntilanak, dendam, wujud.

Full Text:

PDF

References


Cantrell, Mary Diane. (2010). Urban legends: why do people believe them?

(thesis). Winston-Salem California: Wake Forest University.

Danandjadja, J. 1984. Folklor Indonesia. Jakarta: Pustaka Grafiti.

Endarmoko, E. 2006. Tesaurus Bahasa Indonesia. Cet. I; Jakarta: PT Gramedia.

Hamilton, E. 1942. Mythology: Timeless Tales of Gods and Heroes. New York: Little, Brown and Company.

Kalish, R.A. 1985. Death, Grief and Caring Relationships, 2nd Ed, United States: Brooks/Cole Publishing Company.

Kusrianto, Adi. 2009. Pengantar Desain Komunikasi Visual. Yogyakarta: ANDI.

Rustan, S. 2009. Layout Dasar dan Penerapannya. Jakarta: PT.Gramedia Pustaka Utama.

Shihab, M.Q. 2007. Wawasan Al-Qur'an. Jakarta: Mizan.

Shihab, M.Q. 2010. Yang Halus dan Tak Terlihat. Jakarta: Lentera Hati.

Skeat, W.W. 2006. Malay Magic: Being An Introduction To The Folklore And

Popular Religion Of The Malay Peninsula. England: Kessinger Publishing, LLC.

Suyono. 1990. Pragmatik : Dasar-dasar dan Pengajarannya. Malang: YA3

Žižek, S.1989. The Sublime Object of Ideology, London: Verso.

Media dan Jurnal Online

Anneahira. (2013, 20 April). Kelemahan Wanita. http://www.anneahira.com/kelemahan-wanita.htm.

Muda.kompasiana. (2013, 20 April). Perempuan Meragu, Wajar atau Tidak?. http://muda.kompasiana.com/2013/04/10/perempuan-meragu-wajar-atautidak-550084.html.

Portalpurba. (2013, 15 April). Seri Kisah Bunian: Hikayat Kuntilanak. http://portalpurba.blogspot.com/2012/05/seri-kisah-bunian-hikayatkuntilanak.html.

Sejuta-jalan. (2013, 14 April). Asal Usul Legenda Hantu Kuntilanak. http://sejutajalan.blogspot.com/2013/05/asal-usul-legenda-hantu-kuntilanak.html.

Singapore Paranormal Investigators. (2013, 14 April). Pontianak. /www.spi.com.sg/spi/spi_files/pontianak.

Spiritualresearchfoundation. (2013, 18 April). Afterdeath. http://www.spiritualresearchfoundation.org/indonesian/spiritualresearch/spiritualscience/afterdeath.

Wikipedia. (2013, 14 April). Kuntilanak. /id.wikipedia.org/wiki/Kuntilanak.

Wikipedia. (2013, 18 November). Mistisme. http://id.wikipedia.org/wiki/Mistisisme.

Wikipedia. (2013, 14 April). Abdurrahmad Alkadrie dari Pontianak. http://id.wikipedia.org/wiki/Abdurrahman_Alkadrie_dari_Pontianak.

Wikipedia. (2013, 15 April).

Kota Pontianak. http://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Pontianak.

Film dan Videografi

Mantovani, Rizal (Director). 2006. Kuntilanak. MultiVision Plus. Jakarta,

Indonesia, 95 min.

Mantovani, Rizal (Director). 2007. Kuntilanak 2. MultiVision Plus. Jakarta,

Indonesia, 116 min.

Mantovani, Rizal (Director). 2008. Kuntilanak 3. MultiVision Plus. Jakarta,

Indonesia, 90 min.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 

                                         

 


Flag Counter