DISKURSUS JENDER DALAM “KEBUDAYAAN ITU BERKELAMIN – KOMIK TENTANG ARAHMAIANI”

  • Taufan Hidayatullah Universitas Komputer Indonesia
Keywords: Jender, Patriaki, Arahmaiani, Kelamin, Relasi Tanda

Abstract

Permasalahan jender merupakan permasalahan budaya yang menyentuh hubungan yang paling mendasar antara laki-laki dan perempuan. Budaya patriarki yang muncul di mayoritas kelompok masyarakat diberbagai kebudayaan dunia sehingga memunculkan tanggapan kritis dari berbagai kalangan, termasuk seniman. “Kebudayaan itu Berkelamin-Komik Tentang Arahmaiani” menjadi representasi dari kerja kreatif Arie Dytanto yang  tergagas oleh proses berfikir dan berkarya Arahmaiani yang banyak menanggapi permasalahan jender ini. Dengan menggunakan semiotika sosial, komik pendek ini ditelaah untuk melihat relasi-relasi tanda yang hadir didalamnya.

References

Sumiarni, Endang. Jender & Feminisme, 2004. Wonderful Publishing Company. Yogyakarta.

Piliang, Yasraf Amir. Hipersemiotika. 2003. Jalasutra. Jogyakarta.

Piliang, Yasraf Amir. Posrealitas. 2004. Jalasutra. Jogyakarta.

Cavallaro, Dani. Critical and Cultural Theory. 2004. Niagara. Jogyakarta.

Sobur, Alex. Semiotika Komunikasi. 2003. Remaja Rosdakarya. Bandung.

Boneff. Marcel. Komik Indonesia. 1998. Gramedia. Jakarta.

McCloud, Scott. Understanding Komik. 2001. Gramedia. Jakarta.

Published
2011-02-02
How to Cite
Hidayatullah, T. (2011). DISKURSUS JENDER DALAM “KEBUDAYAAN ITU BERKELAMIN – KOMIK TENTANG ARAHMAIANI”. VISUALITA, 3(1). https://doi.org/10.33375/vslt.v3i1.1094
Section
Articles