CITRA DAN SELERA PADA GAYA BERBUSANA DARSO

Kankan Kasmana

Abstract


Darso, seorang artis calung dan pop Sunda di Jawabarat, ia menjadi
ikon artis Sunda yang cukup terkenal. Dengan gaya berbusana, cara berbicara, serta bagaimana ia menampilkan dirinya, ia mampu menciptakan sebuah identitas yang cukup menarik untuk diteliti. Keberadaannya yang fenomenal, menciptakan sebuah daya tarik tersendiri bagi dirinya untuk disukai maupun dibenci oleh masyarakat disekelilingnya. Tulisan ini akan memaparkan tentang citra serta selera seorang pribadi Darso dalam cara berbusana, bertujuan untuk memahami konsep serta latar belakang dibalik pemilihan gaya berbusana tersebut dengan menggunakan pendekatan analisa interpertatif, yang didukung
oleh data-data dan hasil wawancara yang pernah dilakukan oleh penulis.
Untuk mengetahui tentang citra serta selera seorang pribadi Darso maka
diuraikan tentang cara berbusana, konsep yang dimunculkan serta karakter lain yang mendukung perwujudan identitas dalam masalah selera dan apa saja halhal yang terkait. Dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa identitas Darso diwujudkan bukan hanya dalam berbusana saja, ia muncul dalam ungkapan lain seperti karakter, sifat, dan pandangan terhadap modal. Bagi segelintir orang modal utama bukan hanya dalam bentuk status ekonomi (economic capital), social capital, atau cultural capital saja namun symbolic capital bisa menjadi yang utama dalam beberapa kasus. Darso dengan gaya busana dan karakternya adalah gambaran identitas diri, yang dengannya khalayak dapat mengenali image/citra yang dibangun.
Kata kunci: artis, image, fashion, selera/taste, identitas

Full Text:

PDF

References


Banard, Malcom. 1996. Fashion sebagai Komunikasi: Cara Mengkomunikasikanidentitas sosial, seksual, kelas dan Gender. Yogyakarta: Jalasutra.

Barker, Chris. 2005. Cultural Studies: Theory and practice. London: Sage

Publication ltd.

Chaney, David. 1996. Lifestyles: Sebuah pengantar komprehensif. Yogyakarta:Jalasutra.

Thwaites, Tony. et al 2002. Introducing Cultural and Media Studies: Sebuah

pendekatan semiotika, Yogyakarta: Jalasutra

.

Budiman, Kris. 1999. Kosa Semiotika. Yogyakarta: LKiS.

Piliang, Yasraf Amir. 2004. Dunia yang Dilipat: Tamasya melampaui batas-batas kebudayaan. Yogyakarta: Jalasutra.

Haryanto, Andri. 2009. Darso The Phenomenon, Mulai Fesyen hingga Ngobrol, Darso Selalu Nyentrik. Artikel Online, http://bandung.detik.com/read/2009/12/30/110752/1268357/682/mulai-fesyenhingga-ngobrol-darso-selalu-nyentrik (diakses: 30 Desember 2009).

Haryanto, Andri. 2009. Usai Konser, Darso Kewalahan Layani Pemotretan.

Artikel Online, http://bandung.detik.com/read/2009/12/30/101337/1268303/682/usai-konserdarso-kewalahan-layani-pemotretan- (diakses: 30 Desember 2009).

Erman. 2009. Darso Turut Lestarikan Seni Calung. Artikel Online,

http://www.unpad.ac.id/berita/darso-turut-lestarikan-seni-calung/ (diakses: 28 Desember 2009).

Imran, Ahda. 2005. Berakhir Pekan dengan Darso: Baru dia, superstar calung sunda. Artikel Online, http://osdir.com/ml/culture.region.indonesia.sunda/2005-08/msg00141.html (diakses: 28 Desember 2009).

HY, Retno. 2009. Sisi Lain "Darso The Phenomenon". Artikel Online,

http://newspaper.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&id=119242 (diakses: 30 Desember 2009).


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 

                                              

                       


Flag Counter 

 

Creative Commons License
VISUALITA is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.