KESENIAN TRADISI REOG SEBAGAI PEMBENTUK CITRA PONOROGO
PDF

Keywords

Branding
City
Citra
Reog
Ponorogo

How to Cite

Yurisma, D., EBW, A., & Sachari, A. (2018). KESENIAN TRADISI REOG SEBAGAI PEMBENTUK CITRA PONOROGO. VISUALITA Jurnal Online Desain Komunikasi Visual, 7(1), 11-24. https://doi.org/10.33375/vslt.v7i1.1081

Abstract

Manunggale Cipto, Roso, Karso Agawe Rahayuning Bumi Reog slogan ini terpampang pada Pendopo Agung Ponorogo yang terletak di alun-alun pusat Kota Ponorogo. Ponorogo memanfaatkan kesenian tradisonalnya yaitu Reog untuk mengkomunikasikan kotanya. Reog merupakan kesenian khas daerah Ponorogo yang telah ada sejak berabad-abad yang lalu dan diwariskan secara turun-temurun di kalangan masyarakat Ponorogo hingga saat ini. Kesenian ini juga banyak mengandung tradisi dan nilai-nilai luhur budaya yang harus dilestarikan, untuk itu pemerintah mengangkat Reog sebagai inspirasi dalam menciptakan sebuah brand bagi kotanya. Reog dihadirkan melalui berbagai elemen pembentuk citra kota, tujuan utama dari pencitraan ini adalah mengundang hadirnya para wisatawan domestik maupun asing, terutama pada acara tahunan yang diadakan oleh pemerintah yaitu Grebeg Suro. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penggalian data melalui observasi dan wawancara. Penggalian data dilakukan selama empat hari di Ponorogo untuk mengetahui citra kota yang dihadirkan melalui Reog. Analisis citra kota ditinjau berdasarkan hasil wawancara terhadap masyarakat dan pengunjung Kota Ponorogo. Hasil penelitian menunjukan adanya paradoks yang terjadi pada Reog ketika digunakan sebagai pembentuk citra kota Ponorogo. Citra kota yang dihasilkan tidak sesuai dengan makna secara tradisi yang terkandung pada Reog Ponorogo.

https://doi.org/10.33375/vslt.v7i1.1081
PDF

References

Jiyoung Yoon. 2010.A Conceptual Model for City Branding Based on Semiotics. Brunel University.

Kavaratzis, Mihalis dan Ashworth. 2007. “Marketing the City of Amsterdam. Cities, Vol. 24, No. 1, p. 16–25.

Kavaratzis, Mihalis. 2004.From City Marketing To City Branding: Towards A Theoretical Framework For Developing City Brands. Place Branding, Vol. 1.No. 1.

Kottler, Philip. 1993. Marketing Places : Attractive Investment, Industry, and Tourism to Cities, States, and Nations, The Free Press. Cambridge.

Lynch, J. and de Chernatony, L. 2004. The power of emotion: Brandcommunication in business-to-business markets. Journal of Brand management,Vol.11, (5), pp.403-019.

Lynch, K. 1960. The image of the city, London: MIT Press.

Lynch, Kevin. 1982. The Image of The City. London: Massachusets Institute of Technology.

Moilanen, Teemu & Rainisto. 2009.How to Brand Nations, Cities and Destinations, A Planning Book for Place Branding. USA: Palgrave Macmillan.

Sugiyono. 2013.Metode Penelitian Kombinasi (Mixed Method). Bandung: Alfabeta.

Authors who publish with this journal agree to the following terms:
a. Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.

 b. Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.