PENATAAN LINGKUNGAN KERJA FISIK DAN PENGEMBANGAN KOMPETENSI PEGAWAI PENGARUHNYA TERHADAP PENINGKATAN SEMANGAT KERJA PEGAWAI BADAN PELAYANAN PERIJINAN TERPADU DAN PENANAMAN MODAL KABUPATEN CIAMIS

Muktar Abdul Kadir

Abstract


Penelitian ini dilatarbelakangi oleh lingkungan kerja fisik masih belum memadai seperti kurangnya penerangan dan kurangnya sirkulasi udara sehingga kondisi ruangan kurang memberikan rasa nyaman kepada pegawai dalam bekerja. Selain lingkungan kerja fisik, faktor lain yang mempengaruhi semangat kerja pegawai yaitu kurangnya pengembangan kompetensi seperti pendidikan dan latihan, mengikuti seminar-seminar sehingga berdampak pada kurangnya semangat kerja pegawai. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu: 1)Bagaimana  pengaruh penataan lingkungan kerja fisik terhadap peningkatan semangat kerja pegawai?2)Bagaimana pengaruh pengembangan kompetensi pegawai terhadap peningkatan semangat kerja pegawai?3)Bagaimana  pengaruh penataan lingkungan kerja fisik dan pengembangan kompetensi pegawai terhadap peningkatan semangat kerja pegawai?

Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis dengan teknik survey. Penelitian ini menggunakan analisis kuantitatif. Populasi yang diambil adalah sebanyak 45  orang pegawai.Jumlah sampel yang dipilih adalah sebanyak 45 orang responden. Dalam penelitian ini pengumpulan data dilakukan melalui beberapa teknik yaitu studi kepustakaan, studi lapangan dan penyebaran angket. Dari hasil penelitian, dapat ditarik suatu simpulan sebagai berikut:1)penataan lingkungan kerja fisik berpengaruh terhadap peningkatan semangat kerja pegawai dengan hasil uji korelasi sebesar 0.683 yang memiliki tingkat hubungan tinggi, dengan tingkat pengaruh sebesar 46.64%. Hal tersebut sejalan dengan hasil uji hipotesis diketahui bahwa t hitung> t tabelyaitu  t hitung = 7.954 dan t tabel = 1.999. Jadi dari hasil perhitungan ternyata penataan lingkungan kerja fisik berpengaruh terhadap peningkatan semangat kerja pegawai. 2) Pengembangan kompetensi pegawai berpengaruh terhadap peningkatan semangat kerja pegawai dengan hasil uji korelasi sebesar 0.824 yang memiliki tingkat hubungan tinggi, dengan tingkat pengaruh sebesar 67,90%. Hal tersebut sejalan dengan hasil uji hipotesis diketahui t hitung> t tabel yaitu  t hitung = 9.815 dan t tabel = 1.999. Jadi dari hasil perhitungan ternyata pengembangan kompetensi pegawai berpengaruh terhadap peningkatan semangat kerja pegawai. 3) Penataan lingkungan kerja fisik dan pengembangan kompetensi pegawai berpengaruh terhadap peningkatan semangat kerja pegawai dengan hasil uji korelasi sebesar 0.91 yang memiliki tingkat hubungan sangat kuat, dengan tingkat pengaruh sebesar 82,81 %. Hal tersebut sejalan dengan hasil uji hipotesis diketahui bahwa korelasi dapat dikatakan signifikan apabila F hitung> F tabel hasil perhitungan diperoleh  Fhitung = 8,65 sedangkan bobot  Ftabel = pada  0.05 dan dk = 45-2-1= 42  diperoleh F tabel 3,22.  Jadi nilai F hitung> dari nilai F tabel. Dengan demikian penataan lingkungan kerja fisik dan pengembangan kompetensi pegawai berpengaruh signifikan terhadap peningkatan semangat kerja pegawai. Berarti hipotesis yang diajukan dapat diterima/teruji kebenarannya.

 

Kata Kunci : Lingkungan Kerja Fisik, Kompetensi Pegawai, Semangat Kerja


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Muktar Abdul Kadir