Abstract

This study aims to describe heuristic readings, hermeneutic readings, matrices, models, variants, and hipograms in Asmarandana "Éling-éling Mangka Éling". This research is literature research because of primary data and secondary data of books or related documents.The approach in this research is semiotic approach. This research data is bait and row in Asmarandana pupil of R.A Bratawijaya which analyzed by Semiotika Michael Rifaterre. Source of data derived from the book GUGURITAN essay Ajip Rosidi. Data acquired by observation, heuristic and hermeneutic readings. Data were analyzed by using qualitative descriptive analysis technique.The results showed (1) This heuristic reading tells about compassion to fellow human beings and advises. (2) The result of hermeneutic reading shows the meaning contained in Asmarandana pupil is about the image of a human who has a sense of regret. (3) The matrix in this poem is compassion. The model in this poem is the lust that becomes a sense of regret. The variant is found on the first stanza of the fourth line and the second line of the second line. (4) Hipogram in this poem is the condition of a human being who has a sense of joy in the life of his life.Suggestions that can be reviewed is in conducting research with semiotic analysis devoted to the community to be more thorough in reading a text. For the University to be divided. Semiotics in Qualitative Research Methods. For further research to give more attention in his research.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembacaan heuristik, pembacaan hermeneutik, matrik, model, varian, dan hipogram di Asmarandana "Éling-éling Mangka Éling". Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan karena data primer dan data sekunder berupa buku atau dokumen terkait. Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan semiotik. Data penelitian ini berupa umpan dan deretan pada siswa Asmarandana R.A Bratawijaya yang dianalisis oleh Semiotika Michael Rifaterre. Sumber data berasal dari buku ajar GUGURITAN Ajip Rosidi. Data diperoleh dengan observasi, pembacaan heuristik dan hermeneutik. Data dianalisis dengan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasilnya menunjukkan (1) Bacaan heuristik ini menceritakan tentang kasih sayang kepada sesama manusia dan nasihatnya. (2) Hasil pembacaan hermeneutik menunjukkan makna yang terkandung dalam murid Asmarandana adalah tentang citra manusia yang memiliki rasa penyesalan. (3) Matriks dalam puisi ini adalah kasih sayang. Model dalam puisi ini adalah nafsu yang menjadi rasa penyesalan. Varian ini ditemukan pada bait pertama dari baris keempat dan baris kedua dari baris kedua. (4) Hipogram dalam puisi ini adalah kondisi seorang manusia yang memiliki rasa sukacita dalam kehidupan hidupnya. Saran yang bisa ditinjau adalah dalam melakukan penelitian dengan analisis semiotik yang dikhususkan masyarakat agar lebih teliti dalam membaca teks. Agar Universitas bisa dibagi. Semiotika dalam Metode Penelitian Kualitatif. Untuk penelitian lebih lanjut untuk lebih memperhatikan penelitiannya.