DIVERSIFIKASI MEDIA MASSA DAN DEMOKRASI DI INDONESIA (Penguatan Peran Media Massa serta Masyarakat dalam Mewujudkan Demokrasi)

Manap Solihat

Abstract


Demokrasi sebagai bentuk ideologi dimana rakyat sebagai pemilik kekuasaan membutuhkan "jembatan" untuk dapat menyalurkan aspirasinya. Media massa memiliki banyak fungsi, khususnya yang berkaitan dengan pelaksanaan demokrasi di suatu negara. Upaya mewujudkan Indonesia yang demokratis, maju, adil, dan kuat, merupakan cita-cita reformasi selama ini. Namun nampaknya memang masih jauh dari realitas. Kondisi transisi hingga sekarang masih terasa, keadaannya masih "serba memprihatinkan". Media massa adalah gigamedium yang setiap saat hadir sebagai ruang public yang menjadi cermin bagi siapapun. Dampaknya demikian besar pada keberlangsungan kehidupan manusia. Perkembangan sosial politik di dalam masyarakat bangsa ini tidak bisa dipisahkan dari bagaimana semuanya direpresentasikan di dalam berbagai media komunikasi, khususnya televisi dan internet. Menurut teori normative komunikasi massa modern, yang layak diimpikan untuk kehidupan media massa di suatu negara yang demokratis, sebagaimana halnya Indonesia di masa mendatang adalah terpenuhinya beberapa keadaan diantaranya : (1). Freedom of publication, yang menjamin adanya kebebasan berpendapat, menyampaikan informasi dan mengetahui kebenaran. (2). Plurality of ownership, hal penting untuk mengurangi bisa kepentingan pemilik media. (3). Diversity of information available to public, yaitu keragaman informasi yang disediakan untuk khalayak. (4). Diversity of expression of opinion. memberikan kesempatan akses yang kurang lebih sama kepada berbagai kelompok sosial, minoritas budaya yang ada pada masyarakat. (5). Extensive reach, sistem media massa mampu menjangkau secara luas berbagai khalayak. (6). Quality of information and culture available to public, informasi dan budaya yang disampaikan pada publik terjamin kualitasnya. (7). Terciptanya komitmen media massa Indonesia untuk mendukung sistem politik demokrasi. (8). menghargai privasi dan hak azasi secara umum. Sistem media alternatif yang demokratis dibangun atas landasan lima sektor jenis media, yakni dengan inti sektor media pelayanan publik (public service media), sektor civic media, sektor media swasta yang komersial, sektor media pemasaran sosial, dan media alternatif (cyber media). Jenis sektor media yang kedua adalah civic media, atau media warga. Media jenis ini merupakan media yang mendukung keberadaan organisasi yang ada pada alam demokrasi. Seperti media milik Ormas, LSM, kelompok kepentingan, hingga partai politik. Jenis sektor media yang keempat adalah media pemasaran sosial (social market sector). Jenis sektor media berikutnya adalah media dalam sektor perusahaan swasta. Kemudian sektor media yang terakhir, adalah media alternatif yakni cybermedia. Media jenis ini merupakan media yang menggunakan teknologi internet, ataupun teknologi digital untuk operasionalnya. Keberadaan cybermedia menjadi suatu realitas yang nyata walaupun pada kenyataannya berada pada ruang maya tetapi pengaruhnya kini tak terbantahkan lagi, orang sudah banyak memanfaatkan media ini, dan hal ini kedepan akan semakin kuat kedudukanya.

Full Text:

PDF

References


Curran, James., & Gurevitch, Michel., 2000, Mass Media and Society, Third Edition, (London: Arnold Co., 2000).

DeFleur, Melvin., & Ball Rokeach, Sandra, Understanding of Mass Communication (New York: Longman Inc, 1994).

Giddens, Anthony, The Third Way: The Renewel of Social Democracy (Malden: Blackwell Publisher Ltd, 1999).

Hallin, D., We Keep American on Top of The World (London: Routledge, 1994).

Iyengar, S., Is Anyone Responsible? How Television Frames Political Issues (Chicago: University of Chicago Press, 1991).

Liebes, T., "Television’s Disaster Marathons: A Danger for Democratic Process?," in T Liebes and Curran (eds) Media Ritual and Identity (London: Routledge, 1998).

Jacobs, Norman, ed., Mass Media in Modern Society (New Brunswick and London: Transaction Publishers, 1992).

Kleden, Ignas, "Naturalisme dalam Politik Indonesia," Kompas, 12 Agustus 2000.

Littlejohn, Stephen,.W. Karen A. Foss, Teori Komunikasi, Salemba Humanika, 2012.

McNair, Brian, 1999,"Politics Democracy and the Media," dalam An Introduction to Political Communication. Second Edition (London: Routledge, 1999).

McQuail, Denis, Mass Communication Theories. Fourth edition (London: Sage Publications, 2000).

McQuail, Denis, Mass Communication Theories, Third edition (London: Sage Publications, 1994).

Rudick, Merlin, "Menggaet Khalayak," dalam Pers Tak Terbelenggu (Jakarta: Dinas Penerangan Amerika Serikat (USIS), 1997).

Schlesinger, P., "Changing Space of Political Communication: The Case of the European Union," dalam Political Communication (London: Routledge, 1999).

Wimer, Roger, D., & Dominick, Josep, R.,Mass Media Research, Six Edition (New York: Wadsworth Publishing Company, 2000).

Sumber Lain:

Internews Indonesia, Membangun Partisipasi Publik terhadap RUU Usul Inisiati DPR RI tentang Penyiaran, tahun 2000, , Jakarta.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.