Abstract

Rumusan masalah yang diangkat dalam artikel ini adalah Bagaimana globalisasi berdampak terhadapperluasan money laundering akibat aktivitas drugs trafficking? Jawabannya dimaksudkan untuk mengetahuibagaimana keterkaitan antara dampak globalisasi dengan arus penyebaran money laundering dan drugstrafficking. Tujuannya adalah mengetahui strategi mengatasi dan memberantas money laundering demimenghambat perluasan drugs trafficking agar dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah dalammembuat kebijakannya dalam menghadapi TOC. Money laundering ini dimaksudkan untuk memindahkanatau menjauhkan para pelakunya dari kejahatan yang menghasilkan proceeds of crime, memisahkan proceedsof crime dari kejahatan yang dilakukan, menikmati hasil kejahatan tanpa adanya kecurigaan yang ditujukanpada para pelakunya, serta melakukan re-investasi hasil kejahatan untuk aksi kejahatan selanjutnya ke dalambisnis yang sah. Melalui tindakan money laundering yang melanggar hukum, maka perolehan hasil kejahatanakan dengan mudah diubah menjadi dana yang seolah-olah berasal dari sumber yang sah atau legal. Modusoperandi tindak pidana drugs trafficking yang disertai dengan praktik money laundering pun semakin kompleksdengan berbagai teknologi serta rekayasa keuangan yang cukup rumit. Kemampuan para pemain lokal jugasemakin canggih. Mereka menggunakan teknologi internet sebagai media untuk menyampaikan metodeperacikan obat-obatan terlarang untuk mengurangi risiko penangkapan terhadap kurirnya. Perkembanganilmu pengetahuan dan teknologi di bidang komunikasi juga mengintegrasikan sistem keuangan. Termasuksistem perbankan yang banyak menawarkan dana melalui mekanisme lalu-lintas dana antarnegara yang dapatdilakukan dalam waktu singkat. Dampaknya negatif karena meningkatkan eskalasi tindak pidana dalam skalanasional maupun internasional. Maka, jawaban terhadap permasalahan ini diharapkan dapat memberikankontribusi bagi pengembangan Hubungan Internasional, baik itu di kalangan praktisi maupun akademisi.Kata Kunci: money laundering, drugs trafficking, transnational organized crime (TOC), globalisasi