Abstract

Trafficking in person merupakan salah satu kejahatan trans nasional. Angka trafficking in person di Indonesiaterus naik. Kebanyakan korban dari trafficking in person adalah perempuan dan anak-anak. Mereka banyakmenjadi korban perdagangan perempuan (Trafficking in Women) khususnya eksploitasi seksual dan kerjapaksa. Pulau Batam yang merupakan perbatasan antara Indonesia dengan Singapura dan Malaysia merupakantempat yang strategis dimana trafficking in women banyak terjadi. Adapun tujuan dari penelitian ini adalahuntuk mengetahui yang menjadi faktor pendorong perdagangan perempuan ini terjadi serta untuk mengetahuisejauh mana peran GO, NGO dan organisasi regional dalam kasus trafficking in women. Hasil penelitianmenunjukkan untuk pencegahan dan pemberantasan trafficking in women ini perlu adanya kerjasama antaraGO (pemerintah), NGO/LSM dan organisasi regional maupun internasional. Selain dari itu pemicu terjadinyamigrasi yang paling krusial yang mendorong terjadinya trafficking in women adalah faktor kemiskinan dankurangnya lapangan pekerjaan didaerah asal.Kata Kunci: Trafficking in women, GO (pemerintah) , NGO (LSM), ASEAN