Abstract

Penelitian ini berfokus pada kebiasaan membuang sampah bukan pada tempatnya. Fenomena ini hampirterjadi diseluruh pelosok tanah air. Hal ini yang menjadi faktor utama pemerintah kota Bandung menerapkanPerda K-3 tentang Kebersihan, Kerapihan dan Kenyamanan. Kajian deskriptif kualitatif dengan paradigmakonstruktivis ini, menggunakan pendekatan komunikasi antar budaya. Informan ditentukan secara purposivesebanyak 5 orang. Tujuan penelitian untuk memberikan gambaran tentang sikap dan pandangan masyarakatkota Bandung, terkait diterapkannya Perda K-3. Hasil penelitian menyebutkan bahwa pemerintah kotaBandung menerapkan K-3 belum memperhatikan aspek psikologis masyarakat. Kebiasaan yang sudahmendarah daging, membuang sampah sembarangan, tentu saja tidak dapat dihentikan dengan cara prontal,akan tetapi diperlukan pendekatan antar budaya, mengingat Bandung terdiri dari masyarakat multikultur.Selain itu, kenyaman dan keindahan pengguna angkot juga terganggu, dengan penempatan serta jenis kotaksampah yang tidak disertai ketentuan dari pemerintah kota Bandung.