PENGARUH RASIO PEMBAYARAN (DPR) DAN TINGKAT SUKU BUNGA BI TERHADAP HARGA SAHAM PERUSAHAAN MANUFAKTUR SUB SEKTOR PROPERTI DAN REAL ESTATE PADA BURSA EFEK INDONESIA (BEI) PERIODE 2005 – 2013

Raeni Dwi Santi, Syara Diena Hidayat

Abstract


Rasio Pembayaran menunjukkan persentase dari setiap dolar yang diterima yang didistribusikan kepada pemilik dalam bentuk uang tunai. Suku Bunga Bank Indonesia (BI Rate) adalah suku bunga kebijakan yang mencerminkan sikap atau stance kebijakan moneter yang ditetapkan oleh bank Indonesia dan diumumkan kepada publik. Saham merupakan secarik kertas yang menunjukkan hak pemodal yaitu pihak yang memiliki kertas tersebut untuk memperoleh bagian dari prospek atau kekayaan organisasi yang menerbitkan sekuritas tersebut, dan berbagai kondisi yang memungkinkan pemodal tersebut menjalankan haknya.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat Rasio Pembayaran (DPR) dan tingkat suku bunga SBI terhadap retur saham baik secara simultan maupun parsial pada Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2012-2016.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dan verifikatif. Pengujian statistik yang digunakan adalah analisis jalur, uji asumsi klasik, analisis korelasi parsial, koefisien determinasi dan uji hipotesis yang dihitung secara manual dan menggunakan aplikasi software SPSS 21.0.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh yang paling dominan terhadap harga saham perusahaan manufaktur sub sektor properti dan realestate di Bursa Efek Indonesia (BEI) adalah DPR dengan kontribusi 18,1%. Sedangkan secara simultan, DPR dan tingkat suku bunga SBI mempunyai pengaruh terhadap harga saham sebesar 25,1% dan 74,9% dipengaruhi oleh faktor lain.
Kata Kunci: Rasio Pembayaran (DPR), Tingkat Suku Bunga BI, dan Harga Saham


Refbacks

  • There are currently no refbacks.