Abstract

Interaksi manusia dengan hewan telah menjadi fenomena yang selalu terjadi selama berabad-abad.   Salah satu hewan yang memiliki kapabilitas kecerdasan tinggi dalam berkomunikasi ialah lumba-lumba. Lumba-Lumba ialah salah satu mamalia laut yang sering di pertunjukan di berbagai wahana wisata, sirkus, hiburan, juga penelitian maupun pengobatan. Keterlibatan lumba-lumba ini tidak terlepas dari peran pelatih yang selalu berinteraksi dalam melatih lumba-lumba.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna pengalaman pelatih dalam berinteraksi dengan lumba-lumba dalam pertunjukan “Dolphin Show” di Ocean Dream Samudra – Ancol. Pemaknaan nilai-nilai hidup dalam pengimplikasian jenis komunikasi yang diterapkan pelatih dalam metode pelatihan menjadi dasar pembahasan. Peneltian dilakukan di dolphinarium Ocean Dream Samudera – Taman Impian Jaya Ancol.  Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi interpretatif dengan pendekatan model Collaizi (1978) sebagai teknik analisis data beserta triangulasi sumber data. Interaksi antar pelatih dan lumba-lumba didasarkan oleh rasa cinta pada hewan yang didukung oleh penggunaan jenis komunikasi seperti verbal, gestur, objek, peluit ultrasonik, fokus tatapan mata, dan bahasa telepati. Interaksi didukung juga oleh perubahan makna simbol, proses konsisten disiplin dan pemberian reward dalam proses latihan. Kesalahan berinteraksi yang terjadi saat pertunjukan ditutupi oleh kemahiran pelatih dalam improvisasi acting. Koneksi yang terjalin antar pelatih dan lumba-lumba memungkinkan komunikasi antar manusia dan hewan dapat terjadi.


 


Abstract


Human - animal interaction has always been a phenomenon throughout hundreds of years. One of the cleverest animal species that have high inteligence capability in communication are dolphins. Dolphins are one of the cetacean group that often being shown in various places such as theme park, circus, entertainment, research and also medication centre. This involvement of dolphins usually attached with the role of trainers that always interact while training those dolphins. This research aimed to discover the meaning of trainers and dolphins’ interaction experience in “Dolphin Show” Ocean Dream Samudra – Ancol. The meaning of life value in implicating communication aspects used by trainers becoming analysis foundation. This research was held in Ocean Dream Samudra – Taman Impian Jaya Ancol. This research uses Collaizi’s (1978) model as data analysis techniques and the triangulation sources of data. Interaction between trainers and dolphins is based on the feeling of love for animals in which supported by incorporating communication aspects such as verbal, gesture, objects, ultrasonic whistle, focus in eye sight, and telepathy. The changes in meaning produced by symbol and the consistency, discipline and reward management in training also support the interaction process. Miss comunication that occur during shows, covered by the ability of acting improvisation. The connection between trainers and dolphins enabling communication between human and animals.