PERAN VERBA INFLEKTIF BAHASA MELAYU TERNATE (SUATU KAJIAN MORFOLOGI)

Sunaidin Ode Mulae

Abstract


Penelitian ini menyelidiki eksistensi verba afiksasi bahasa Melayu Ternate dari sudutpandang morfologi dengan tujuan untuk menemukan bentuk struktur afiks infleksibahasa melayu Ternate serta untuk menemukan berapa banyak afiksasi dalam bahasamelayu Ternate di dalam penggunaannya. Metode yang digunakan dalam ini adalahmetode penelitian kualitatif, metode struktur linguistik dan metode deskriptif. Penelitianini juga menggunakan teori tata bahasa kasus untuk menganalisis makna dan fungsi.
Untuk memperoleh data yang sangat diperlukan, dalam penelitian ini ditetapkan metodepengumpulan data, yakni; metode simak (pengamatan/observasi), metode cakap(wawancara).Metode analisis data digunakan adalah metode agih, untuk menentukanafiks infleksi, fungsi dan makna menggunakan dua teknik yaitu teknik oposisi dan teknikubah wujud, metode padan dan metode distribusional. Dan prosedur penelitian yaknidibuat dalam bentuk diagram untuk sebagai alur penjajakan dalam penelitian afiksasi
BMT. Temuan yang di peroleh pada penelitian ini mengindikasikan bahwa verba afiksasi
BMT yakni terdapat dua jenis pertama, prefiks inflektif (ba-,bi-,so-,pe-,mo-,ta-). Dan kedua,inflektif sufiks (-e,-ni,-kong,-tu). Bahasa melayu Ternate (BMT) memiliki sejumlahverba yang tidak bisa dibubuhi afiks inflektif, misalnya verba; pigi, dan tidor. Dalambahasa melayu Ternate (BMT) mempunyai jenis afiks inflektif yang dapat membentukverba transitif dari verba intransitif atau sebaliknya. Afiks inflektif yang dapat membentuk
verba intransitif dari verba transitif adalah prefiks so-, dan yang membentuk verbatransitif dari verba intransitif pada sufiks ialah akang, dan sufiks -kong. Dalam bahasamelayu Ternate (BMT) verba yang tidak bisa dibubuhi afiks inflektif, seperti, pigi, tidor,tidak bisa dibubuhi prefiks bi- dan pe-.


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.