Abstract

Standar pelayanan minimum adalah spesifikasi secara teknis atau patokansecara minimal yang dapat digunakan sebagai acuan/pedoman bagi penyelenggaraanpelayanan dan sumber daya manusia, dan sarana prasarana. Sedangkan kepatuhanformal adalah suatu keadaan dimana wajib pajak memenuhi kewajiban secara formalsesuai dengan perundang-undangan yang berlaku. Tujuan penelitian ini adalah untukmengetahui seberapa besar pengaruh penerapan standar pelayanan minimumterhadap tingkat kepatuhan formal pada KPP Pratama Majalaya. Metode yangdigunakan dalam penelitian ini adalah Metode deskriptif dan verifikatif. Untukmengetahui Pengaruh Standar pelayanan minimum terhadap tingkat kepatuhan formal.digunakan pengujian statistik menggunakan aplikasi SPSS 15.0 for Windows. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa Standar pelayanan minimum pada KPP PratamaMajalaya Cukup baik, tingkat kepatuhan formal cukup baik serta Standar pelayananminimum berpengaruh terhadap kepatuhan formal  Hal ini dapat terlihat dariperhitungan statistik yang diperoleh angka koefisien korelasi pearson yangmenunjukkan hubungan yang kuat dan positif yaitu dengan nilai koefisien korelasi0,634 serta diketahui H0 ada pada daerah penolakan berarti Ha diterima atau Standarpelayanan minimum mempunyai pengaruh yang signifikan dan positif terhadap Kepatuhan formal.