PENERAPAN KONSEP SMART CITY PADA PERENCAANAAN LANSKAP WISATA ALAM SEMPADAN SUNGAI KEMIRI - KOTA TEGAL

Rahma Dewi

Abstract


Smart city adalah sebuah kota yang dapat memonitoring dan mengintegrasikan kondisi semua infrastruktur, baik fisik, sosial dan bisnis. Tujuan dibuatkan konsep smart city adalah membuat kota lebih efisien, berkelanjutan, adil dan layak huni. Konsep ini pun dapat diterapkan pada perencanaan tata ruang, wilayah atau kota, tidak hanya pada penyelesaian permasalahan kota-kota besar saja. Setiap perencanaan yang menggunakan konsep smart city bertujuan untuk sustainable city (kota berkelanjutan). Hal tersebut sinergi dengan perencanaan lanskap wisata alam yang berkelanjutan di Sempadan Sungai Kemiri Kota Tegal. Perencanaan lanskap yang akan dikembangkan adalah terwujudnya integritas dan produktivitas lanskap di Sempadan Sungai Kemiri dan sumber daya alam dan buatan yang multifungsi. Guna mewujudkan tujuan perencanaan, konsep smart city yang mengedepankan penggunaan IT dapat diterapkan pada zona-zona perencanaan lanskap dan kegiatan-kegiatan yang akan dikembangkan. Sistem IT yang digunakan antara lain, sensor pintar (alat sensor yang dipasang pada lanskap), perangkat/alat yang dapat menghubungkan antara satu jaringan dengan jaringan yang lain (monitoring), komputerisasi, media sosial dan GIS. Indikator keberhasilannya diukur dari penerapan konsep smart city antara lain, manajemen dan orgnisasi yang lebih baik, teknologi yang lebih canggih, terwujudnya good goverment, stakeholder paham dan dapat menggunakan teknologi yang diterapkan, perekonomian meningkat, pertumbuhan infrastruktur lebih baik serta keberadaan lingkungan yang berkelanjutan.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.