Abstract

Myanmar merupakan negara yang kaya akan hasil alam terutama di dalam sektor pangan  sehingga mnempatkan Myanmar menjadi salah satu negara penghasil beras utama di kawasan Asia Tenggara. namun seiring dengan pergantian zaman, negara ini mengalami penurunan dalam produktivitasnya, Hal ini di karenakan kurang adanya pemanfaatannya di wilayah yang masuk ke dalam kategori  Central Dry Zone (Magway, Mandalay dan Saigang) dimana ketiga wilayah ini adalah penghasil pangan utama di Myanmar. ketiga wilayah ini mengalami permasalahan dikarenakan perubahan iklim yang tidak menentu dan curah hujan yang jarang sehingga menyulitkan para petani dan masyarakat. artikel ini bertujuan untuk melihat bagaimana peran dari FAO sebagai organisasi yang bergerak di bidang pangan dan pertanian dalam meningkatkan produktivitas pangannya melalui Dry zone Programme (DZP). penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif dan dalam teknik pengumpulan data, penelitian ini bersifat deskriptif dengan analisis data yang dilakukan secara induktif, dengan cara melalui penelusuran studi pustaka, berita dan media yang lalu di kaji dengan teori dalam hubungan internasional


Kata Kunci : Myanmar. FAO, Central Dry Zone, Dry Zone Programme