Implementasi Fungsi Artikulasi dan Agregasi PKS Kota Bandung pada Pemilu 2019.

Olih Solihin

Sari


Partai Keadilan Sejahreta (PKS) Kota Bandung mempersiapkan segala strategi untuk menghadapi pemilu 2009. Sebagai partai yang memiliki pendukung yang cukup besar di Kota Bandung, partai ini harus mempu mengimplementasikan fungsi komunikasi politik artikulasi dan agregasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus.

Hasil penelitian menunjukan bahwa PKS Kota Bandung belum mengimplementasikan fungsi artikulasi secara optimal, tapi upaya sudah dilakukan dengan cara membuka ruang bersama, diskusi secara bersama dan aktif oleh sistem politik (pemerintah dan parlemen) bersama segmen-segmen warga masyarakat tentu juga berbasis pada popular space invite. PKS Kota Bandung juga telah mengimplementasikan fungsi agregasi melalui kader yang duduk di parlemen.

Prosperous Justice Party (PKS) Bandung prepare all the strategies to face the 2009 elections. As a party that has a large enough supporters in the city of Bandung, this party must mempu implement the political communication function of articulation and aggregation. This research uses qualitative method with case study approach.

The result of research shows that PKS Bandung City has not yet implemented the articulation function optimally, but the effort has been done by opening the room together, discussion together and active by political system (government and parliament) together segment of citizen of course also based on popular space invite PKS Bandung City has also implemented aggregation function through cadres who sit in parliament.


Kata Kunci


Prosperous Justice Party; Articulation; aggregation; political communication; Partai Keadilan Sejahtera; Artikulasi; agregasi; komunikasi politik

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Adoni, Hanna dan Sherril Mane. 1984. Media and The Social Construction of Reality. New York: Basic Books.

Almond, Gabriel A dan Sidney Verba. 1965. The Civic Culture. Little Brand Co.

Arifin, Anwar. 2003. Komunikasi Politik; Paradigma Teori-Aplikasi-Strategi dan Komunikasi Politik di Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Bungin, Burhan. 2005. Analisis Data Penelitian Kualitatif. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Dahlan, M. Alwi. 1998. Memahami Komunikasi Nasional Abad 21. Jakarta: Badan Pembinaan Pendidikan Pelaksanaan P4 Pusat.

Gaffar, Afan. 2000. Politik Indonesia, Transisi Menuju Demokrasi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Huntington, Samuel P, dan Nelson John 1994. Partisipasi Politik di Negara-Negara Berkembang (terjemahan Saham Simamora). Jakarta: Rineka Cipta.

McQuail, Dennis & Windahl, Sven. 1982. Communication Models. London & New York: Longman.

Muis, Abdul. 2000. Titian Jalan Demokrasi: Peranan Kebebasan Pers untuk Budaya Komunikasi Politik. Jakarta: Penerbit Buku Kompas.

Mulyana, Deddy. 2000. Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Neumann, W. Lawrence. 2000. Social Research Methods-Qualitative and Quantitative Approaches (Fourth Edition). Pearson Education Company.

Nimmo, Dan. 1987. Political Communication and Public Opinion in America. California: Goodyear Publishing Company.

Rakhmat, Jalaluddin. 1993. Psikologi Komunikasi. Bandung: Remaja Rosdakarya

Rauf, Maswadi, Teori Demokrasi dan Demokratisasi (Naskah Pidato Pengukuhan Guru Besar pada Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia).

Yin, Robert K. 1994. Case Study Research (Second Edition). London: Sage Publication.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.