Mekanisme Lembaga Adat Melayu Riau dalam Melestarikan Wisata Budaya di Provinsi Riau

M Zainuddin

Sari


Artikel ini mengkaji tentang mekanisme Lembaga Adat Melayu Riau (LAM Riau) dalam melestarikan budaya Melayu yang menjadi salah satu tujuan wisata di Propinsi Riau. LAM Riau harus andil dalam membantu pemerintah daerah untuk melestarikan wisata budaya di Riau, sebab salah satu fungsi LAM Riau tersebut adalah untuk menjaga kelestarian budaya Melayu di Riau. Mekanisme LAM Riau sebagai pressure group dalam hal membantu pemerintah daerah untuk memajukan wisata budaya di Riau. Penyelesaian artikel ini dilakukan dengan penelitian lapangan dan analisa datanya melalui pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa LAM Riau melakukan mekanisme penanaman nilai-nilai budaya melayu, praktik nilai-nilai budaya melayu dalam masyarakat, dan implementasi arsitektur bangunan melayu. Usaha-usaha yang dilakukan oleh LAM Riau masih belum sampai pada ranah pemangku kebijakan yang bersifat tuntas, melainkan hanya dalam bentuk rekomendasi-rekomendasi yang belum tentu menjadi bahan masukan bagi pemangku kebijakan tersebut.


Kata Kunci


wisata budaya; pengendalian kapitalisme; kesejahteraan sosial.

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Adisasmita, R. (2011). Manajemen Pemerintah Daerah. Graha Ilmu, Yogyakarta.

Amal, TA & Panggabean, SR. (2012). Politik Syariat Islam. Jakarta: Pustaka Alvabet.

Bahri, E. (2013). Negara dan Masyarakat Sipil (Studi Hubungan Pemerintah Daerah Riau dengan Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau. Jurnal Nahkoda, 13, 118-129.

Dirgantoro. (2004). Manajemen Stratejik: Konsep, Kasus, dan Implementasi. Grasindo. Jakarta.

Duverger, Maurice. Partai Politik dan Kelompok-kelompok Penekan, Jakarta , 1984, Bina Aksara.

Elustin, R. (2003). Alam Melayu. Unri Press. Pekanbaru.

Guntur, M. (2004). “Lembaga Adat Melayu Riau dan Perluasan Kontestasi Politik Identitas Etnis Melayu Riau pada Ranah Politik Lokal (Studi Komparasi Kasus Lembaga Adat Melayu Bengkalis dengan Lembaga Adat Melayu Pekanbaru)”. Universitas Gadjah Mada.

Hasanudin. (2003). Pemeliharaan dan Pengembangan Budaya Melayu. Unri Press. Pekanbaru.

Hidayat, W. (2011). “Aplikasi Langgam Arsitektur Melayu sebagai Identitas Kawasan Menuju Kota Berkelanjutan”. Universitas Riau.

Ife, J & Tesoriero, F. (2008). Community Development: Alternatif Pengembangan Masyarakat Di Era Globalisasi. Terj. Pustaka Pelajar. Yogyakarta.

Jamil, OKN. (2005). Pakaian Tradisional Melayu Riau. LPUN Press. Pekanbaru.

McCowen, L. (1996). A Social Work Approach to Post Genocide Trauma Recoverry for the Rwandese Community. Master of Social Work Thesis. University of New Castle. Australia.

Soetomo. (2014). Kesejahteraan dan Upaya Mewujudkannya dalam Perpsektif Masyarakat Lokal. Pustaka Pelajar. Yogyakarta.

Surbakti, R. (1992). Memahami Ilmu Politik. PT Gramedia Widiasarana. Jakarta.

Suwardi. (1987). Arsitektur Tradisional Daerah Riau. IDKD. Pekanbaru.

¬¬¬¬_______. (2008). Dari Melayu ke Indonesia. Pustaka pelajar.Yogyakarta.

Usman, S. (2015). Esai-Esai Sosiologi Perubahan Sosial. Pustaka Pelajar. Yogyakarta.

Wibowo, F. (2007). Kebudayaan Menggugat. Pinus Book Publisher. Yogkayarta.

Zain, M. (1999). ”Reformasi Pengentasan Kemiskinan: Dari Pendekatan Ekonomi ke Pendekatan Kesejahteraan”. Masyarakat, Kebudaya-an dan Politik. Th XII, No 4, 79-96.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.