Abstract

Penyediaan aksebilitas trotoar jalan bagi penyandang disabilitas merupakan salah satu tugas Pemerintah Kota Bandung dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat Kota Bandung. Penelitian ini dilakukan pada trotoar di Jalan Ir.H.Djuanda, yang dikenal juga dengan Jalan Dago. Jalan Ir.H.Djuanda merupakan salah satu icon Kota Bandung. Fokus penelitian ini pada aspek tangible dalam pelayanan yang telah dilakukan Pemerintah Kota Bandung dalam penyediaan akses trotoar jalan bagi penyandang disabilitas tuna netra.Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif (qualitative research) dengan pendekatan case study dengan analisa deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemerintah Kota Bandung melakukan revitalisasi terhadap trotoar di Kota Bandung, termasuk trotoar di Jalan Ir. H.Djuanda pada tahun 2016. Namun revitalisasi ini tidak dilakukan pada seluruh trotoar Jalan Ir. H.Djuanda. revitalisasi difokuskan pada trotoar Jalan Ir.H.Djuanda mulai dari perempatan Jalan Ir.H.Djuanda-Jalan Dipati Ukur sampai dengan perempatan Jalan Ir.H.Djuanda-Jalan REE.Martadinata. Sedangkan trotoar Jalan Ir.H.Djuanda dari Terminal Dago sampai Pasar Simpang Dago tidak dilakukan revitalisasi, sehingga kondisinya memprihatinkan. Sedangkan untuk trotoar yang telah mengalami revitalisasi kondisinya sangat baik. Fasilitas yang tersedia sangat lengkap. Demikian pula dengan fasilitas aksebilitas trotoar bangi penyandang disabilitas tunanetra