https://ojs.unikom.ac.id/index.php/wilayahkota/issue/feed Jurnal Wilayah dan Kota 2019-08-21T22:11:45+07:00 Tatang Suheri tatang.suheri@email.unikom.ac.id Open Journal Systems <table style="height: 399px;" width="722"> <tbody> <tr> <td align="left" valign="top"> <p><img src="/public/site/images/adminfdk/Covertabligh2.png" alt="" width="229" height="337"></p> </td> <td style="width: 50px;">&nbsp;<img src="/public/site/images/jurnalpwk/V05N02.jpg" width="306" height="478"></td> <td align="left" valign="top"> <p><strong>JWK: Jurnal Wilayah dan Kota</strong> is an academic journal published two times annually (April-November) by Program of Regional and City Planning (Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer) Universitas Komputer Indonesia. This journal publishes original researches in multi concepts, theories, perspectives, paradigms and methodologies on regional and city planning.</p> <p>Specific topics of interest include (but are not confined to):</p> <ol> <li class="show"><em>Regional Planning</em></li> <li class="show"><em>Urban Planning<br></em></li> <li class="show"><em>Geospatial use on Regional and City Planning&nbsp;</em></li> <li class="show"><em>Transportation Planning</em></li> <li class="show"><em>ICT use on Regional and City Planning</em></li> </ol> </td> </tr> </tbody> </table> <p>Any submitted paper will be reviewed by reviewers. Review process employs double-blind review that the reviewer does not know the identity of the author, and the author does not know the identity of the reviewers.</p> <p><strong>JWK: Jurnal Wilayah dan Kota&nbsp;</strong>indexed by:</p> <p><strong><a href="https://scholar.google.co.id/citations?user=NWRSlp4AAAAJ&amp;hl=en" target="_blank" rel="noopener"><img src="/public/site/images/jurnalpwk/onesearch.png"><img src="/public/site/images/jurnalpwk/googlescholar1.png"><img src="/public/site/images/jurnalpwk/crossref.png"></a></strong></p> https://ojs.unikom.ac.id/index.php/wilayahkota/article/view/2156 IDENTIFIKASI PEMANFAATAN DAN PENYIMPANGAN POLA RUANG SUB WILAYAH KOTA (SWK) KAREES ZONA B2 STUDI KASUS SUB WILAYAH KOTA (SWK) KAREES ZONA B2 KOTA BANDUNG 2019-08-21T22:11:44+07:00 Anugrah Putra Sopiandy anugrahputrasopiandy1@gmail.com Tatang Suheri tatangpl@yahoo.com <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p><em>Sub wilayah kota (SWK) Karees merupakan kawasan bagian perkotaan yang berada pada pertengahan Kota Bandung dengan kegiatan yang cukup padat pada zona tersebut. Dalam RTRW Kota Bandung SWK Karees termasuk pada wilayah dengan kepadatan tinggi di Kota Bandung wilayah barat. Hal tersebut akan mengakibatkan adanya aktivitas yang mempengaruhi pemanfaatan pola ruang termasuk terjadinya penyimpangan pemanfaatan pola ruang. Penyimpangan yang terjadi dapat berupa pemanfaatan tidak sesuai dengan RDTR yang telah ditetapkan, pemanfaatan ruang terlalu padat (pemukiman padat) yang mengakibatkan menjadi kawasan kumuh. Pemanfaatan ruang tentu tidak terlepas dari peraturan daerah yang mengatur secara keseluruhan.&nbsp; Adapun sasaran dalam penelitian untuk mencapai tujuan tersebut, yaitu: Identifikasi pemanfaatan dan penyimpangan pemanfaatan ruang di SWK Karees Zona B2. Mengetahui zonasi mana saja dan berapa luasan pemanfaatan dan penyimpangan pola ruang&nbsp; yang terjadi di SWK Karees Zona B2 Kota Bandung. Dan mengetahui peran kelembagaan terhadap pengendalian penyimpangan pola ruang di SWK Karees Zona B2. Metode SIG bertujuan untuk menjelaskan kondisi ruang serta menjelaskan pola spasial di wilayah studi. Serta untuk menyajikan data pemanfaatan dan pengendalian pola ruang dengan membandingkan kondisi eksisting ruang dengan dokumen rencana seperti RTRW dan RDTR Kota Bandung.&nbsp; Pemanfaatan pola ruang dilakukan dengan melakukan observasi lapangan dengan menunjukan bahwa tidak sama dengan Rencana detail Tata Ruang Kota Bandung. Masih beberapa zona tidak sepenuhnya memanfaatkan rencana tersebut. Diantara penyimpangan yang terjadi dari zonasi yang telah dibagi menjadi empat bagian. Pengendalian pemanfaatan pola ruang dapat dilakukan dengan stakeholder yang terkait baik pemerintah daerah, investor maupun pemangku kepentingan lain.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </em></p> <p><em>&nbsp;</em></p> <p><strong><em>Kata Kunci</em></strong><em> : Pemukiman Kumuh,&nbsp; Pemukiman Liar, dan pengendalian pemukiman</em></p> 2018-10-08T00:00:00+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://ojs.unikom.ac.id/index.php/wilayahkota/article/view/2157 PENGARUH TINGKAT KEKOMPAKAN PERKOTAAN TERHADAP KARAKTERISTIK PERGERAKAN PENDUDUK DI KOTA BANDUNG 2019-08-21T22:11:45+07:00 Faris Dzulfikar faris.dzulfikar@gmail.com Romeiza Syafriharti romeizasyafriharti@yahoo.com <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Kota Bandung adalah ibukota Provinsi Jawa Barat dengan tingkat kepadatan penduduk dan konsentrasi kegiatan yang tinggi. Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui ukuran kekompakan perkotaan Kota Bandung serta hubugannya dengan karakteristik pergerakan penduduknya. Faktor pembangun dari ukuran kekompakan perkotaan di Kota Bandung diantaranya dilihat dari kepadatan penduduk, kepadatan pekerjaan, indeks guna lahan campuran, pelayanan fasilitas, panjang jalan, serta panjang trayek angkutan umum. Sedangkan karakteristik pergerakan penduduk dilihat dari jarak dan pemilihan moda menuju tempat kerja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini diantaranya analisis klaster hirarki untuk mengetahui klasifikasi tingkat urban compactness ditiap kelurahan Kota Bandung, serta analisis regresi linear berganda dan analisis crosstab untuk mengetahui hubungan dan pengaruh dari ukuran urban compactness terhadap karakteristik pergerakan penduduk di Kota Bandung. Didapat bahwa klasifikasi urban compactness tinggi dan rendah tersebar pada wilayah tengah wilayah studi Kota Bandung. Ada pula faktor-faktor dari ukuran urban compactness yang bertolak belakang dan tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap karakteristik pergerakan penduduk di Kota Bandung.</p> <p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;</p> <p><strong>Kata Kunci</strong>: <em>kekompakan perkotaan, karakteristik pergerakan, regresi linear berganda, crosstab</em></p> 2018-10-08T00:00:00+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://ojs.unikom.ac.id/index.php/wilayahkota/article/view/2158 IDENTIFIKASI PEMANFAATAN RUANG TERBANGUN DI WILAYAH PESISIR SEPANJANG PANTAI PADANG BAGIAN BARAT, KECAMATAN PADANG BARAT, KECAMATAN PADANG UTARA 2019-08-21T22:11:45+07:00 Alit Aji Prastyo alit.ajiprastyo@gmail.com Tatang Suheri tatangpl@yahoo.com <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p><em>Pemanfaatan ruang terbangun terjadi karena aktivitas manusia yang menimbulkan daya tarik sehingga memunculkan aktivitas-aktivitas baru dalam memanfaatkan ruang. Wilayah pesisir memiliki potensi yang tinggi untuk dimanfaatkan sebagai kawasan permukiman, perdagangan dan jasa, maupun kawasan pariwisata. Karena tingginya potensi tersebut maka perlu adanya perlakuan khusus dalam pengendalian pemanfaatan ruang di wilayah pesisir. Permasalahan yang terjadi di wilayah pesisir Kota Padang saat ini antara lain yaitu permukiman yang sangat dekat dengan laut, dan permasalahan lingkungan.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pemanfaatan ruang terbangun yang ada di wilayah pesisir dengan melihat proporsi pemanfaatan ruang terbangun di wilayah pesisir pantai Padang bagian barat serta aktivitas didalamnya. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kuantitatif dan kualitatif, overlay peta, persepsi masyarakat dengan metode Skala Likert. Data primer diambil melalui kuisioner dengan 100 respoden, data sekunder berasal dari instansi terkait dan studi literatur. Berdasarkan tinjauan kebijakan yaitu RTRW, RDTR, dan RPJMD wilayah pesisir pantai padang bagian barat diarahkan sebagai kawasan perdagangan dan jasa serta kawasan pariwisata. Artinya pemanfaatan ruang terbangun di wilayah pesisir pantai padang bagian barat berorientasi kepada peningkatan perekonomian. Proporsi pemanfaatan ruang terbangun saat ini didominasi oleh kawasan permukiman kepadatan sedang yaitu 46,4%, kawasan perdagangan dan jasa 24,9%, kawasan permukiman kepadatan tinggi 12,3%. Pemanfaatan ruang terbangun juga dilihat dari persepsi masyarakat terkait prasarana dan sarana yang ada di wilayah studi. Diperoleh hasil persepsi masyarakat yaitu kondisi drainase 32,75% (Cukup), kondisi sarana angkutan umum 66,25% (Baik), Kondisi Limbah 31,25% (Cukup).</em></p> <p><strong><em>Kata Kunci :</em></strong><em> Pemanfaatan Ruang Terbangun, Pengendalian, Persepsi Masyarakat.</em></p> 2018-10-08T00:00:00+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://ojs.unikom.ac.id/index.php/wilayahkota/article/view/2159 KARAKTERISTIK PEMILIHAN MODA UNTUK MAKSUD BEKERJA BERDASARKAN GUNA LAHAN CAMPURAN DI LINGKUNGAN TEMPAT TINGGAL, DISTRIBUSI PERGERAKAN, DAN KARAKTERISTIK SOSIO-DEMOGRAFI : STUDI KASUS SWK CIBEUNYING DI KOTA BANDUNG 2019-08-21T22:11:45+07:00 Annisa I. Nurshiam annisaisnaeni2@gmail.com Romeiza Syafriharti romeizasyafriharti@yahoo.com <p>ABSTRAK</p> <p>Kota Bandung menjadi pusat tujuan orang melakukan pergerakan yang didominasi dengan maksud bekerja. Dalam rangka memenuhi kebutuhannya, manusia melakukan perjalanan antar tata guna lahan dengan menggunakan sistem jaringan transportasi. Setiap guna lahan memiliki keberagaman yang berbeda, dari keberagaman itu akan menghasilkan karakteristik pergerakan yang berbeda. Transportasi dan tata guna lahan mempunyai hubungan yang sangat erat. Agar tata guna lahan dapat terwujud dengan baik maka kebutuhan akan transportasinya harus terpenuhi dengan baik, sistem transportasi yang buruk tentunya akan mempengaruhi aktivitas tata guna lahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkajimpemilihan moda berdasarkan guna lahan campuran di tempat tinggal, distribusi pergerakan, dan karakteristik sosio-demografi. Metode yang digunakan untuk menghitung klasifikasi guna lahan yaitu dengan persamaan entropi dan analisis komparasi untuk membandingkan perbedaan dua kelompok atau lebih. Hasil dari penelitian ini yaitu guna lahan campuran sama sekali tidak berpengaruh terhadap karakteristik pergerakan pada masyarakat dengan maksud bekerja di lingkungan tempat tinggalnya. Dari tiga klasifikasi guna lahan campuran (tinggi,sedang,rendah) pemilihan moda dengan maksud bekerja didominasi oleh kendaraan pribadi khususnya sepeda motor.&nbsp; &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;</p> <p><strong>Kata Kunci</strong>: Pemilihan Moda, Distribusi Pergerakan, Karakteristik Sosio-Demografi</p> 2018-10-08T00:00:00+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://ojs.unikom.ac.id/index.php/wilayahkota/article/view/2160 KAJIAN PENGEMBANGAN KAMPUNG KREATIF STUDI KASUS KAMPUNG KREATIF CIBUNUT, KELURAHAN KEBON PISANG 2019-08-21T22:11:45+07:00 Laelatul Arofah ellaaakk@gmail.com Tatang Suheri tatangpl@yahoo.com <p>Kampung kota merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kota dan seringkali digambarkan dengan permukiman yang kumuh, berkepadatan tinggi dan tidak teratur. Kampung Kreatif Cibunut merupakan kampung kota yang berhasil direvitalisasi dengan konsep kampung kreatif berwawasan lingkungan. Kesadaran masyarakat kampung baik dari kalangan pemuda dan tokoh masyarakat merupakan bentuk gebrakan akan pentingnya memperhatikan dan menjaga lingkungan. Sehingga dalam penelitian ini mencoba mengkaji bagaimana pengembangan Kampung Cibunut menuju kampung kreatif. Untuk mencapai tujuan perlunya sasaran yakni, mengidentifikasi karakteristik masyarakat, permasalahan sebelum adanya inisiasi kampung kreatif, proses pengembangan menuju kampung kreatif menggunakan tahapan The Cycle of Urban Creativity serta mengidentifikasi peran stakeholder dalam pengembangan Kampung Cibunut sebagai kampung kreatif di Kota Bandung. Metode pada penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan case study. Metode analisis data pada penelitian ini adalah analisis isi, analisis stakeholder dan analisis pelayanan umum berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI). Berdasarkan hasil penelitian, karakteristik masyarakat Kampung Cibunut ditinjuai berdasarkan aspek ekonomi dan aspek sosial yang meliputi kondisi sarana dan prasarana. Berdasarkan analisis pelayanan umum jumlah sarana yang sudah memenuhi SNI adalah sarana peribadatan, dengan jumlah 2 masjid dan 1 gereja dengan nilai SNI &gt;1 yaitu 4.025764896. Selanjutnya proses pengembangan kampung kreatif Cibunut ditinjau berdasarkan tahapan The Cycle of Urban Creativity, konsep tersebut dilakukan dengan 5 tahapan yaitu pengembangan ide kreatif, realisasi ide kreatif, penguatan sistem pendukung, penyediaan ruang basis aktivitas kreatif serta evaluasi penerapan ide kreatif. Dalam prosesnya pengembangan kampung kreatif telah memenuhi setiap tahapan The Cycle of Urban Creativity. Dari hasil penelitian, terdapat beberapa aktor yang dapat diperhatikan dalam pengembangan kampung kreatif yang dapat diterapkan di wilayah lain diantaranya: kesiapan dari masyarakat kampung, keterlibatan seluruh pihak seperti komunitas, pemuda kampung, tokoh masyarakat kampung, dan pemerintah baik dari tingkat RT, RW, Kelurahan, Kecamatan maupun pemerintah kota serta diperlukan pendampingan dari pihak inisiator, edukator dan fasilitator untuk mengembangkan ide-ide kreatif sampai kampung tersebut siap untuk mengembangkan kampungnya sendiri.</p> <p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;</p> <p><strong>Kata Kunci</strong>: Kampung kota, Kampung kreatif, Cibunut, Proses, The Cycle of Urban Creativity</p> 2018-10-08T00:00:00+07:00 ##submission.copyrightStatement##