Evaluasi Desain Interior Sanitasi Umum Berbasis Estetika dan Aksesibilitas di Pantai Bali Selatan

Main Article Content

Ni Kadek Meisa Rahayu Arnadwika
Dion Eko Prihandono
I Putu Gede Suyoga

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi desain interior sanitasi umum di kawasan pesisir Bali Selatan yang didasari oleh aspek estetika dan aksesibilitas. Penelitian menggunakan metode mixed methods dengan pendekatan deskriptif-evaluatif melalui observasi lapangan, dokumentasi, wawancara, dan penyebaran kuesioner. Lokasi penelitian meliputi kawasan wisata Sanur, Kuta, dan Jimbaran dengan total 14 titik sanitasi umum. Analisis dilakukan berdasarkan prinsip estetika interior, Desain universal, ASEAN Public Toilet Standard (APTS), serta Permen PUPR No.14/PRT/M/2017. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas sanitasi umum masih berada pada kategori sedang dan belum sepenuhnya memenuhi standar dari aspek estetika maupun aksesibilitas pada fasilitas publik. Permasalahan utama yang ditemukan berupa pencahayaan ruang yang kurang optimal, media visual yang digunakan untuk menyampaikan informasi  kurang jelas, keterbatasan fasilitas untuk disabilitas , tidak tersedianya ramp, serta minimnya penerapan identitas lokal Bali pada desain interior. Selain itu, tingginya intensitas penggunaan fasilitas dan kurang optimalnya sistem pemeliharaan menyebabkan beberapa sanitari mengalami kerusakan dan penurunan kualitas kebersihan. Kawasan Sanur menunjukkan kualitas estetika yang relatif lebih baik dibandingkan dengan Kuta dan Jimbaran. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan desain sanitasi umum yang lebih inklusif, estetis, kontekstual, dan berkelanjutan melalui penerapan Desain universal serta integrasi identitas budaya lokal Bali.


 


Kata Kunci: Aksesibilitas, Desain interior, Estetika, Kawasan wisata, Sanitasi umum

Article Details

Section

Articles

References

Ahmad, M., & Wilkins, S. (2025).

Purposive sampling in qualitative research: a framework for the entire journey. Quality & Quantity, 59(2), 1461–1479. https://doi.org/10.1007/s11135-024-02022-5

ASEAN. (2016).

ASEAN public toilet standard.

Badan Pusat Statistik Kunjungan Wisata. (2025).

Darcy, S., McKercher, B., & Schweinsberg, S. (2020).

From tourism and disability to accessible tourism: a perspective article. Tourism Review, 75(1), 140–144. https://doi.org/10.1108/TR-07-2019-0323

Francis D. K. Ching, C. B. (2018).

Interior Design Illustrated. https://books.google.co.id/books?id=GryqqV58cXcC&lpg=PA1&vq=pencahayaan&hl=id&pg=PT1783#v=onepage&q=pencahayaan&f=false

Gatt, S., & Faurschou, K. (2016).

Implementing the European quality assurance in Vocational education and training (EQAVET) at national level: Some insights from the Pen Leonardo project. International Journal for Research in Vocational Education and Training, 3(1), 29–45. https://doi.org/10.13152/IJRVET.3.1.3

Green, E. J., & Schellenberg, S. (2018).

Spatial perception: The perspectival aspect of perception. Philosophy Compass, 13(2), 1–16. https://doi.org/10.1111/phc3.12472

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. (2017).

Permen PUPR No. 14/PRT/M/2017 Tahun 2017 tentang Persyaratan Kemudahan Bangunan Gedung [JDIH BPK RI]. 1148, 1–36.

Learning Management System, K. (2020).

Pertemuan 12 Analisis Korelasi Product Momen Pearson. Analisis Korelasi Product Moment Pearson, 12.

Maroko, A. R., Hopper, K., Gruer, C., Jaffe, M., Zhen, E., & Sommer, M. (2021).

Public restrooms, periods, and people experiencing homelessness: An assessment of public toilets in high needs areas of Manhattan, New York. PLoS ONE, 16(6 June), 1–20. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0252946

Masjhoer, J. M., Rukmini A.R., & Mokodongan, T. (2024).

Menakar Tingkat Kepuasan Wisatawan: Kunci Keberhasilan Pengembangan Amenitas Pantai Slili sebagai Destinasi Wisata Bahari. PANUNTUN (Jurnal Budaya, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif), 1(1), 52–64. https://doi.org/10.61476/9jv5v406

Preiser, W. F. E., & Nasar, J. L. (2008).

Assessing Building performance is evolution. International Journal of Architectural Research, 2(1), 84–99.

Prihandono, D. E., Suyoga, I. P. G., Pranajaya, I. K., & Arnadwika, N. K. M. R. (2026).

EVALUASI KESESUAIAN ESTETIKA DAN AKSESBILITAS FASILITAS TOILET UMUM DI PANTAI KUTA, BALI. SENADA (Seminar Nasional Manajemen, Desain dan Aplikasi Bisnis Teknologi), 9, 248–261.

Purkayastha, D., & Raheja, G. (2022).

Interpreting Inclusion for Sanitation Perspectives from India: A Contextual Approach to Universal Design. Studies in Health Technology and Informatics, 297, 315–322. https://doi.org/10.3233/SHTI220855

Putu, N., Widanti, T., Pageh, I. K., & Widianta, A. (2026).

Pengelolaan Sampah dalam Sektor Pariwisata Bali melalui Perspektif Administrasi Publik. 5(November 2025).

Radicchi, A., & Henckel, D. (2023).

Planning Artificial Light at Night for Pedestrian Visual Diversity in Public Spaces. Sustainability (Switzerland) , 15(2), 1–13. https://doi.org/10.3390/su15021488

Ronald L Mace. (1997).

Design for Diversity The Principles. 1–3. https://www.udinstitute.org/

Sari, W. E., Gunawan, Y., Ariningsih, P. K., & Andoni, H. (2022).

Pengaruh Warna Dan Tekstur Pada Ruang Terhadap Persepsi Termal Secara Adaptif Dengan Teknologi Virtual Reality. Modul, 22(1), 42–50. https://doi.org/10.14710/mdl.22.1.2022.42-50

Sunarsa, I. W., & Andiani, N. D. (2019).

Tourism Perception Of General Toilet Hygiene In Objects And Tourist Attractions In Bali. International Journal of Social Science and Business, 3(1), 36. https://doi.org/10.23887/ijssb.v3i1.17162