Representasi Budaya Baduy dan Peranakan pada Estetika Interior Hotel Episode Gading Serpong

Main Article Content

Mira Zulia Suriastuti
Rr. Chandrarezky Permatasari

Abstract

Pelestarian kebudayaan diperlukan untuk mempertahankan identitas budaya lokal yang dapat menjadi sarana sebagai pengenal identitas dan karakter. Representasi budaya dalam desain interior mencerminkan identitas, nilai dan tradisi suatu kelompok masyarakat. Hotel Episode Gading Serpong dipilih menjadi studi kasus dalam penelitian ini, karena  letaknya yang berada di Provinsi Banten serta menghadirkannya konsep yang bertemakan Baduy dan Peranakan dalam interior hotelnya. Dalam kemodernitasan saat ini, Hotel Episode Gading Serpong menghadirkan representasi budaya Baduy dan Peranakan dalam estetika interior menciptakan pengalaman ruang yang tidak hanya estetis tetapi juga memiliki makna historis dan kultural. Penelitian ini menggunakan Teori Applied Aesthetic yang dikemukakan oleh Ahadiat Joedawinata digunakan untuk membahas ulasan bagaimana representasi budaya pada estetika interior diterapkan dalam perancangan ruang serta menganalisa bagaimana elemen budaya Baduy dan Peranakan muncul menjadi bagian estetika interior hotel. Metode penelitian secara kualitatif disampaikan secara analitif deskriptif dengan melakukan observasi  dan dokumentasi dari setiap elemen-elemen terpilih pada studi kasus dan studi literatur unuk pembahasannya. Melalui penelitian ini dapat menjadi pengetahuan tambahan tentang bagaimana korelasi antara representasi budaya dan desain pada interior ruang baik secara visual maupun perlakuan pada karakter seperti material, teknik, maupun sumber daya lainnya yang tampil pada estetika interior ruang. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan memberikan rekomendasi implementasi sebuah konsep ruang dengan menunjukkan identitas budaya setempat.


 


Kata Kunci: representasi budaya, estetika interior, fenomena budaya, identitas budaya

Article Details

Section

Articles

Author Biography

Mira Zulia Suriastuti, Universitas Mercu Buana

Program Studi Desain Interior

References

Achmaf,Z , dkk. (2022). Implementasi Nilai Kultural Jawa Sebagai Representasi Lokalitas Pada Interior Hotel Grand Tjokro Bandung. Lintas Ruang: Jurnal Pengetahuan & Perancangan Desain Interior Vol.10 No.1, p.43-58.

Buana, F. (2020). Penerapan Identitas Budaya Setempat Pada Perancangan Arsitektur dan Interior di Indonesia.Artikel Ilmiah. ISI Yogyakarta.

Budianto, E, & Bahaduri, B. (2023). Komunikasi fashion Dalam Kebaya Encim dan Batik Peranakan Tionghoa: Sosialisasi dan Diferensiassi. Jurnal Narada Vol.10(3).

Fikriyah, F dkk. (2024). Motif Batik Sebagai Representasi udaya pada Revitalisasi Interior Gedung Sarinah Jakarta. Jurnal Ilmiah Indonesia Vol.9 No11.

Joedawinata. A. (2010). Unsur-unsur Pemandu dan Kontribusinya dalam Perwujudan Sosok Artefak Tradisional dengan Indikasi-Indikasi Lokal yang Dikandung dan Dipancarkannya. PhD Thesis ITB.

Joedawinata, A. (2010). Materi Perkuliahan Applied Aesthetic.

Joedawinata, A. (2022). Unsur-Unsur Pemandu dalam Artefak Tradisional : Artefak peralatan Anyaman di Kawasan Cirebon. Jurnal Ilmu Desain 3(2), 57-74.

Joedawinata, A. 2012. Teori Desertasi Estetika Terapan 9 Titik. Materi Perkuliahan Estetika Terapan. Jakarta.

Laksitarini, N & Purnomo, A. (2021). Penerapan Ragam Hias Batik Pecah Kopi pada Interior Hotel Berkonsep Modern sebagai Representasi identitas Budaya Lokal Jawa Barat. SENADA(Seminar Nasional Desain Dan Arsitektur) Vol 4

Latif, J & Gunawijaua, N. (2023). Keberlangsungan Tradisi Menenun Sebagai Ciri Khas Kebudayaan Materi Kaum Perempuan baduy Luar kampung Gajeboh. Jurnal Ilmu dan Budaya Vol.44 (1).

Maktufkha, N. (201)3. Kajian Nilai Estetis Seni Tenun yang Dihasilkan oleh Perempuan Suku Baduy Luar (Periode 2010-2013).Tesis-Institut Teknologi Bandung.

Mastuti, D & Harapan,A. (2018). Mozaik Budaya Peranakan Tionghoa Indonesia. Aspertina. ISBN: 978-602-53429-0-5.

Noorwatha, I. (2023). Ashta Rupa Santana: Kaidah Penerjemahan Visual Inspirasi Desain Berbasis Budaya Ke Dalam Konsep Desain Interior. SANDI (Seminar Nasional Desain) Vol 1.

Noorwatha, I. (2020). Rachana Vidhi: Metode Desain Interior Berbasis Budaya Lokal dan Revolusi Industri 4.0. Dewa Ruci Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni 15(2):48-58.

Permatasari,R. (2021). Aesthetic Study on Historic Building of Toko Merah Using Phebomenology & artefact theory approach. AIP Conference Proceedingd 2347 (1).

Rahmati,T & Nurcahyo A. (2000). Makna Simbolik Gereja Santo Cornelius Kelurahan Pangongangan Kecamatan Mangunharjo Kota Madiun Jawa Timur. Agastya,7(2) 103-122.

Rismantojo,S. (2021).Peranakan Batik: Cultures Connection in Indonesia, Malay, Peninsula, and Thailand. The New Viridian Journal of Arts, Humanities and Social Sciences Vol 1(2).

Widyasari, R.Sachari,A, Sriwarno,A. (2018). Peranakan Batik Oey Soe Tjoen: CulturalHeritage Conservation In The Age Of Technology And Information. International Journal of Multidisciplinary Thougt Vol.6 (2).