Pengaruh Desain Interior Terhadap Tingkat Penjualan Café Pada Pause Coffee Citraland Surabaya

Main Article Content

Tiffany Nathania
Laksmi Kusuma Wardhani

Abstract

Perancangan interior café yang menarik dan dipertimbangkan estetikanya dapat menunjang keinginan dan kebutuhan dari pembeli, salah satu contohnya seperti untuk berfoto pada spot café yang bagus untuk dipamerkan di media sosial. Penelitian ini akan menganalisa Pause Coffee Citraland dalam pengaruh desain interior terhadap penjualannya. Pause Coffee Citraland telah dibuka sejak Juni 2023 dengan daya tarik pada estetika bangunan maupun interiornya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyimpulkan pengaruh desain interior pada penjualan dan kepuasan pembeli, serta memberi kriteria desain interior café yang banyak digemari oleh anak muda maupun orang dewasa. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pengumpulan data menggunakan cara survei berdasarkan studi kasus site Pause Coffee Citraland melalui angket online. Data yang telah terkumpul akan diolah secara deskriptif. Temuan penelitian ini menunjukkan adanya kesimpulan bahwa café yang memiliki desain interior unik dan menarik secara tidak langsung dapat meningkatkan penjualan melalui soft selling dari pengguna ke media sosial mereka pribadi. Kriteria desain interior yang banyak digemari adalah (1) desain café yang estetik, seimbang, dan tidak berlebihan, (2) furniture nyaman dengan bentuk yang unik, (3) memiliki banyak spot foto menarik, dan (4) suasana mendukung produktivitas kegiatan pembeli.


Kata Kunci: café, desain interior, estetika, Pause Coffee Citraland

Article Details

Section

Articles

References

Arisanti, P. (2021). Tren Gaya Hidup Milenial, Identitas Sosial dan Desain Coffe Shop. Jurnal Manajemen Bisnis, 18(4), 579-590.

Ayalp, N. U. R. (2012). Cultural identity and place identity in house environment: Traditional Turkish house interiors. TOBB ETU University, 64-69.

Azzuhri, M., & Tanjung, A. D. (2017). Interior Design at Coffee Shop as a Factor Influencing Customer Retention and Mediating Role of Perceived Customer Satisfaction. Jurnal Entrepreneur dan Entrepreneurship, 6(2), 43-54.

Heung, V. C., & Gu, T. (2012). Influence of restaurant atmospherics on patron satisfaction and behavioral intentions. International Journal of Hospitality Management, 31(4), 1167-1177.

Hodinata, E., Kusumowidagdo, A., & Wardhani, D.

K. (2017). Perancangan Interior Hocoop (Coffee and Eatery) Dengan Tema Manual Brewing with Natural Style. KREASI, 2(2), 130-152.

Iswaridewi, P. N., Tanadda, O. A., & Astuti, S. B. (2024). Identifikasi Faktor Pemilihan Area Indoor dan Outdoor di Concept Café Berdasarkan Kenyamanan Aktivitas Pengunjung. Serat Rupa Journal of Design, 8(1).

Kim, W. G., & Moon, Y. J. (2009). Customers’ cognitive, emotional, and actionable response to the servicescape: A test of the moderating effect of the restaurant type. International journal of hospitality management, 28(1), 144-156.

Octaliana, C., Santosa, A., & Rizqi, M. T. (2024). The Influence of Interior Design on Spatial Experience Based on Comfort Aspects of Visitors: A Case Study of Nadhi Heritage Cafe. International Journal of Multidisciplinary and Current Educational Research (IJMCER), 6(4), 180-191.

Olifia, S., Rajagukguk, S., & Ananda, A. (2022). Makna kedai kopi sebagai ruang publik di kalangan remaja. Ikon--Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi, 27(3), 251-266.

Onward, F. B., & Purwoko, G. H. (2022). Perancangan proyek cafe di kota Makassar dengan pendekatan design behaviour oleh konsultan O… Ia Studio. KREASI, 8(1).

Punch, Keith F, (1988). Introduction to social research – Quantitative & Qualitative Approaches.

Sugiyono, P. D. (2017). Metode penelitian bisnis: pendekatan kuantitatif, kualitatif, kombinasi, dan R&D. Penerbit CV. Alfabeta: Bandung, 225(87), 48-61.