TINJAUAN YURIDIS TERHADAP KASUS PENGGUNAAN DEEPFAKE PADA DOKTER DALAM PERIKLANAN OBAT-OBATAN DI INDONESIA

Juridicial Review of Deepfake Usage Involving Doctors in Medicine Advertising in Indonesia

Authors

  • Faiz Ahmad Fachri Universitas Hasanuddin
  • Zhairah Zulaeyka Imran Universitas Hasanuddin
  • Feni Febriani Universitas Hasanuddin
  • Nahyashifa Ramadhani Kadir Al-Yafie Universitas Hasanuddin
  • Nurul Aini Japar Universitas Hasanuddin

DOI:

https://doi.org/10.34010/rnlj.v8i2.19760

Keywords:

deepfake, doctors, advertising drugs

Abstract

The rapid advancement of Artificial Intelligence (AI) technology, particularly deepfake, has triggered a significant escalation in cybercrime. An alarming trend is the unauthorized manipulation of doctors' biometric identities to promote illegal drugs, which severely threatens public health and damages professional medical reputations. This research aims to analyze existing legal policies and formulate robust protections for doctors victimized by such biometric manipulation. Utilizing a normative legal research method, this study applies statutory, conceptual, and comparative approaches. The findings reveal that while Indonesia's Electronic Information and Transactions (ITE) Law and Personal Data Protection (PDP) Law provide a basis for prosecution, the PDP Law offers a more precise framework under the Lex Systematische Specialiteit principle concerning biometric data. Current repressive measures include criminal prosecution and the "right to erasure," yet preventive frameworks remain limited to non-binding guidelines. Consequently, this article urgently recommends the enactment of a specific AI Law in Indonesia, adopting the risk-based approach of the EU Artificial Intelligence Act to effectively mitigate the looming threat of an "infopocalypse."

 

Pesatnya kemajuan teknologi Artificial Intelligence (AI), khususnya deepfake, telah memicu eskalasi kejahatan siber yang signifikan. Salah satu tren yang mengkhawatirkan adalah manipulasi identitas biometrik dokter tanpa izin untuk mempromosikan obat-obatan ilegal, yang tidak hanya mengancam kesehatan masyarakat tetapi juga merusak reputasi profesional tenaga medis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan hukum yang ada serta merumuskan pelindungan hukum bagi dokter yang menjadi korban manipulasi data biometrik tersebut. Menggunakan metode penelitian hukum normatif, studi ini menerapkan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun UU ITE dan UU PDP memberikan landasan penuntutan, UU PDP menawarkan kerangka yang lebih komprehensif berdasarkan asas Lex Systematische Specialiteit terkait data biometrik. Upaya represif yang tersedia mencakup penuntutan pidana dan pemulihan melalui "hak untuk dilupakan" (right to erasure), namun instrumen preventif masih terbatas pada panduan etika yang tidak mengikat secara hukum. Oleh karena itu, artikel ini merekomendasikan urgensi pembentukan Undang-Undang AI khusus di Indonesia dengan mengadopsi pendekatan berbasis risiko dari EU Artificial Intelligence Act guna memitigasi ancaman infopocalypse di masa depan.

References

Ampri, Ilysia Irfana, and Muhammad Deckri Algamar. ‘Hak Untuk Dilupakan: Penghapusan Jejak Digital Sebagai Perlindungan Selebriti Anak dari Bahaya Deepfake’. Jurnal Yustika 25, no. 1 (2022): 27–42. https://doi.org/10.24123/yustika.v25i01.5091.

Darman, Rezki Amaliah. ‘Analisis Komparatif Terhadap Tindak Pidana Penyalahgunaan Data Pribadi Menurut Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi Dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik’. Sarjana, Universitas Hasanuddin, 2023.

Haida, Rendi Syaputra Nur, and Eko Nuriyatman. ‘Urgensi Pengaturan Perlindungan Hukum terhadap Korban Deepfake melalui Artificial Intelligence (AI) dari Perspektif Hukum Pidana Indonesia’. Jurnal Hukum Respublica 24, no. 1 (2024): 1–13. https://doi.org/10.31849/respublica.v24i01.23327.

Haryanto, Agus Tri. ‘RUU Keamanan Siber dan Revisi UU PDP Jadi Prioritas, Ini Catatan Pakar’. detikInet, 1 October 2025.

Ibad, M. Labib Fairuz. ‘Eropa Jadi Benua Pertama yang Rumuskan UU Penggunaan AI’. Liputan6.com, 11 December 2023.

Lestari, Putri Aulia, Zulfa Rizqi Saputri, Resti Jamilah, Febiyanti Febiyanti, Muhamad Fadli Fadilah, M Fadlan Firnanda Firnanda, and Tya Septiani Nurfauzia Koeswara. ‘Illegal Deepfake-Based Artificial Intelligence Content and Efforts to Combat It in Indonesia’. Jurnal Ilmiah Sistem Informasi 5, no. 1 (2026): 1–15. https://doi.org/10.51903/r5xwq018.

Liman, Uyu Septiyati. ‘VIDA catat penipuan ‘deepfake’ di Indonesia melonjak 1.550 persen’. ANTARA News, 1 November 2024.

Maharani, Sri Maharani M.T.V.M., and Rambu Earyca Maharani. ‘Ganti Kerugian Akibat Penyalahgunaan Artificial Intelligence (Deepfake) pada Citra Orang Terkenal di Facebook Berdasarkan Pasal 1365 BW’. Rewang Rencang: Jurnal Hukum Lex Generalis 6, no. 4 (2025): 1–26. https://doi.org/10.56370/jhlg.v6i4.1512.

Marzuki, Peter Mahmud. Penelitian Hukum. Kencana, 2021.

Mu, Jesselyn, Muhammad Adrezo, and Ahmed Nizhan Haikal. ‘Identifikasi Wajah Asli dan Buatan Deepfake Menggunakan Metode Convolutional Neural Network’. Teknika 13, no. 1 (2024): 45–50. https://doi.org/10.34148/teknika.v13i1.705.

Mutmainnah, Anti, Awalia Marwah Suhandi, and Yusuf Tri Herlambang. ‘Problematika Teknologi Deepfake sebagai Masa Depan Hoax yang Semakin Meningkat: Solusi Strategis Ditinjau dari Literasi Digital’. UPGRADE: Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi 1, no. 2 (2024): 67–72. https://doi.org/10.30812/upgrade.v1i2.3702.

Nababan, Tabitha Fransisca Romauli. ‘Perlindungan Konsumen Terhadap Iklan Deepfake Menyesatkan Dalam Promosi Obat Di Media Sosial’. Studia: Journal of Humanities and Education Studies 1, no. 1 (2025): 1–8. http://edukastra.com/studia/article/view/55.

Novyanti, Heny, and Pudji Astuti. ‘Jerat Hukum Penyalahgunaan Aplikasi Deepfake Ditinjau Dari Hukum Pidana’. Jurnal Hukum (Novum) 9, no. 4 (2021): 1–18. https://doi.org/10.2674/novum.v0i0.43571.

Nugraha, Farhan Arda. ‘Kemkomdigi Perkuat Perlindungan Anak dari Deepfake di Ruang Digital’. ANTARA News, 25 July 2025.

Parihin, Nela Mardiana. ‘Urgensi Perlindungan Data Pribadi Dalam Perpektif Hak Asasi Manusia’. Jurnal Rechten: Riset Hukum dan Hak Asasi Manusia 5, no. 1 (2023): 16–23. https://doi.org/10.52005/rechten.v5i1.108.

Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1787/MENKES/PER/XII/2010 Tahun 2010 Tentang Iklan dan Publikasi Pelayanan Kesehatan.

Putri, Lufiana Diva. ‘Isi SE Menkominfo Soal Etika Penggunaan AI, Pelaku Tunduk UU ITE dan UU PDP’. Kompas.com, 23 December 2023.

Putri, Reski Fausia, and Ifah Finatry Latiep. ‘Penggunaan Video Konten Dalam Memperkuat Promosi Produk’. Journal of Career Development 1, no. 2 (2023): 1–6. https://doi.org/10.37531/jcd.v1i2.42.

Ramadhon, Syahrul, and AAA. Ngr. Tini Rusmini Gorda. ‘Perlindungan Hukum Terhadap Perempuan Sebagai Korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga Secara Preventif Dan Represif’. Jurnal Analisis Hukum 3, no. 2 (2020): 205–217.

Regulation (EU) 2024/1689 of the European Parliament and of the Council of 13 June 2024 laying down harmonised rules on artificial intelligence.

Respati, Adnasohn Aqilla. ‘Reformulasi UU ITE terhadap Artificial Intelligence Dibandingkan dengan Uni Eropa dan China AI Act Regulation’. Jurnal USM Law Review 7, no. 3 (2024): 1737–1758. https://doi.org/10.26623/julr.v7i3.10578.

Respati, Adnasohn Aqilla, Astri Dewi Setyarini, Dodi Parlagutan, Muhammad Rafli, Rayhan Syahbana Mahendra, and Andriyanto Adhi Nugroho. ‘Analisis Hukum Terhadap Pencegahan Kasus Deepfake Serta Perlindungan Hukum Terhadap Korban’. Media Hukum Indonesia 2, no. 2 (2024): 586–592. https://doi.org/10.5281/zenodo.12508126.

Rohmawati, Indah, Amir Junaidi, and Ariy Khaerudin. ‘Urgensi Regulasi Penyalahgunaan Deepfake Sebagai Perlindungan Hukum Korban Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO)’. Innovative: Journal Of Social Science Research 4, no. 6 (2024): 1–16. https://doi.org/10.31004/innovative.v4i6.16559.

Simbolon, Elsa Daniella, Mahmul Siregar, and Joiverdia Arifiyanto. ‘Pelindungan Korban Pemalsuan Data Diri dalam Transaksi Pinjaman Online melalui Penegakan Hak untuk Dilupakan’. Neoclassical Legal Review: Journal of Law and Contemporary Issues 3, no. 2 (2024): 77–88. https://doi.org/10.32734/nlrjolci.v3i2.18351.

Sumsub. Identity Fraud Report 2023. Sumsub, 2023. https://alphapoint.com/wp-content/uploads/2024/01/sumsub_identity_fraud_report_2023-1.pdf.

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2024 Nomor 1.

Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.

Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi.

Wicaksono, Eko Pebrianto. ‘Waspada Hoaks: Video Dokter Terawan Promosikan Obat Diabetes Ternyata Manipulasi’. Liputan6.com, 2024.

Widjaja, Gunawan. ‘Deepfake dan Masa Depan Kebenaran: Implikasi Etis dan Sosial’. Berajah Journal 5, no. 2 (2025): 147–156. https://doi.org/10.47353/bj.v5i2.591.

Zahro’, Azizatuz, Roro Rizky Nur Fadhilah, Siti Zahara Hermawati, Gias Nur Imaduddin, and Ahmad Agus Santoso. ‘Dampak Penyalahgunaan Deepfake dalam Memanipulasi Visual: Menguak Potensi Infopocalypse di Era Post Truth Terhadap Asumsi Masyarakat pada Media Massa’. Jurnal Kawistara 14, no. 3 (2024): 396–410.

Downloads

Published

2026-07-01

How to Cite

“TINJAUAN YURIDIS TERHADAP KASUS PENGGUNAAN DEEPFAKE PADA DOKTER DALAM PERIKLANAN OBAT-OBATAN DI INDONESIA: Juridicial Review of Deepfake Usage Involving Doctors in Medicine Advertising in Indonesia”. 2026. Res Nullius Law Journal 8 (2): 99-112. https://doi.org/10.34010/rnlj.v8i2.19760.