THE SURROGACY CONTRACT OF INDONESIAN CITIZENS BETWEEN THE LAW THAT SHOULD BE AND THE REAL

Authors

  • Selly Eka Damayanti,
  • Putu Samawati Saleh universitas Sriwijaya
  • KN Sofyan Hasan

DOI:

https://doi.org/10.34010/rnlj.v8i1.18175

Keywords:

Ibu Pengganti, Kontrak Sewa Rahim, Perlindungan Hukum, Platform daring, Warga Negara Indonesia, Indonesian citizen, legal protection, online platform, surrogacy contract, Surrogate Mother

Abstract

The practice of surrogacy in Indonesia has no clear legal basis and is generally considered illegal because it conflicts with legislation, religious norms, and social ethics. In fact, there has been an increase in the participation of Indonesian women becoming surrogate mothers through the online platform Find Surrogate Mother. Issues related to surrogacy agreements with surrogate mothers raise many legal uncertainties because the practice is carried out by Indonesian citizens but is illegal under the law. This study aims to examine the contractual framework of surrogacy by analysing the legal characteristics, validity, and implications of such contracts based on the principles of Indonesian civil law. This study uses a normative juridical method with a case study approach that focuses on the analysis of contract clauses and their legal consequences. The results of the study show that the contract between the surrogate mother, who is an Indonesian citizen, and the foreign couple is a private agreement that contains clauses on financial compensation, medical responsibility, confidentiality, and the transfer of child custody after birth. However, the contract is outside the jurisdiction of Indonesian law and contradicts the principle of legal protection for women as subjects of contracts. The findings of the study confirm the need to formulate national legal policies that regulate and restrict cross-border digital surrogacy practices, requiring the government to establish preventive and repressive measures in order to provide maximum legal protection for Indonesian citizens who are vulnerable to exploitation through international surrogacy contracts.

 

Praktik sewa rahim (surrogacy) di Indonesia tidak memiliki dasar hukum yang jelas dan pada umumnya dianggap tidak sah karena bertentangan dengan ketentuan perundang-undangan, norma agama, serta etika sosial. Faktanya, terdapat peningkatan partisipasi perempuan Indonesia menjadi ibu oengganti melalui platform daring Find Surrogate Mother. Isu terkait perjanjian sewa Rahim terhadap ibu pengganti menimbulkan banyak ketidakpastian hukum karena praktiknya dilakukan oleh Warga Negara Indonesia (WNI) tetapi secara hukum illegal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kerangka kontraktual praktik sewa rahim dengan menganalisis karakteristik hukum, keabsahan, serta implikasi kontrak tersebut berdasarkan prinsip hukum perdata Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan studi kasus yang menitikberatkan pada analisis klausul kontrak dan akibat hukumnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontrak antara ibu pengganti WNI dan pasangan asing merupakan perjanjian privat yang memuat klausul tentang kompensasi finansial, tanggung jawab medis, kerahasiaan, dan penyerahan hak asuh anak setelah kelahiran. Namun, kontrak tersebut berada di luar yurisdiksi hukum Indonesia dan bertentangan dengan prinsip perlindungan hukum terhadap perempuan sebagai subjek kontrak. Temuan penelitian menegaskan perlunya pembentukan kebijakan hukum nasional yang mengatur sekaligus membatasi praktik sewa rahim digital lintas negara, yang menuntut pemerintah untuk menetapkan langkah preventif dan represif demi memberikan perlindungan hukum maksimal bagi WNI yang rentan terhadap eksploitasi melalui kontrak sewa rahim internasional.

References

Adi, Abdulloh, and Syaiful Aris. “Status Kewarganegaraan Bagi Anak (Intended Parents Embryo) Warga Negara Indonesia Menggunakan Mekanisme Gestational Surrogacy.” Jurist-Diction 8, no. 1 (2025): 13. https://doi.org/10.20473/jd.v8i1.66144.

Bina, Safira Meisya Salsa. “Asas Keseimbangan Dalam Hukum Perjanjian.” Journal Sains Student Research 1, no. 2 (2023): 873. https://doi.org/10.61722/jssr.v1i2.324.

Budiyanti, Rani Tiyas. Pemilihan Jenis Kelamin Anak Dengan Teknologi Reproduksi Bantuan (Dalam Perspektif Etika Dan Hukum Di Indonesia). LeutikaPrio. Penerbit LeutikaPrio, 2019.

Hanandita, Tiara. “Konstruksi Masyarakat Tentang Hidup Tanpa Anak Setelah Menikah.” Jurnal Analisa Sosiologi 11, no. 1 (2022): 127. https://doi.org/10.20961/jas.v11i1.56920.

Judiasih, Sonny Dewi, Susilowati Suparto Dajaan, and Deviana Yuanitasari. Aspek Hukum Sewa Rahim Dalam Perspektif Hukum Indonesia. Edited by Nurul Falah Atif. 1st ed. Bandung: PT Refika Aditama, 2016.

Latief, Dani Abdu, Muhamad Adji Saputra, and Sholahuddin Al Ayubi. “Peran Al-Qur’an Dalam Membahas Konsep Kesetaraan Gender Dan Hak Asasi Manusia: Studi Atas Prinsip Keadilan, Martabat, Dan Hak Individu.” JUTEQ: JURNAL TEOLOGI & TAFSIR 2, no. 7 (2025): 1296.

Makatika, Brian. “Akibat Hukum Sewa Rahim Ditinjau Dari Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan.” Lex Privatum 11, no. 2 (2023): 4.

Malindi, Lintang Wistu. “Perlindungan Hukum Terhadap Ibu Pengganti (Surrogate Mother) Yang Mengikatkan Diri Dalam Perjanjian Sewa Rahim (Surogasi) Di Indonesia.” Jurnal Hukum Dan Pembangunan Ekonomi 8, no. 1 (2020): 47.

Mother, Find Surrogate. “Guide For Intended Parents.” FindSurrogateMother.com, 2014.

———. “Juli, Indonesian Surrogate Mother in Kalimantan Timur, Indonesia.” FindSurrogateMother.com, 2023.

———. “Surrogate Mother From Medan, Indonesia.” FindSurrogateMother.com, 2022.

———. “Surrogate Mothers in Indonesia.” FindSurrogateMother.com, 2025.

———. “Terms of Use.” FindSurrogateMother.com, 2014.

Nabila, Andita Putri, and Gunawan Djayaputra. “Urgensi Pelaksanaan Kebebasan Berkontrak Dalam Merumuskan Perjanjian Guna Mewujudkan Keadilan Bagi Para Pihak.” UNES Law Review 6, no. 2 (2023): 4075–76.

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2015 Tentang Penyelenggaraan Pelayanan Reproduksi Dengan Bantuan Atau Kehamilan di Luar Cara Alamiah, Pub. L. No. 43 (2015).

Prasetyo, Teguh. Penelitian Hukum (Suatu Tinjauan Perspektif Teori Keadilan Bermartabat). 1st ed. Bandung: Nusamedia, 2019.

Rahardjo, Satjipto. Membedah Hukum Progresif. Jakarta: PT Kompas Media Nusantara, 2006.

Rahman, Mujibur, Mifthahul Jannah, and Marlin. Buku Ajar Hukum Kontrak. Edited by Rahmat R. Sulawesi Selatan: Penerbit Pakalawaki, 2023.

Ratman, Desriza. Surrogate Mother Dalam Perspektif Etika Dan Hukum: Bolehkah Sewa Rahim Di Indonesia? Seri Hukum Kesehatan. Jakarta: Elex Media Komputindo, 2012.

Sinaga, Niru Anita. “Peranan Asas-Asas Hukum Perjanjian Dalam.” Jurnal Binamulia Hukum Vol. 7, no. No. 2 (2018): 116.

Sulistio, Meiliyana. “Status Hukum Anak Yang Lahir Dari Surrogate Mother (Ibu Pengganti) Di Indonesia.” Jurnal Education and Development 8, no. 2 (2020): 145.

Syam, Mirawati -, and Nurul Ilmi Idrus. “‘Butta Kodi, Biné Kodi’: Stigma Dan Dampaknya Terhadap Tu Tamanang Di Kabupaten Gowa.” ETNOSIA : Jurnal Etnografi Indonesia 2, no. 2 (2017): 154. https://doi.org/10.31947/etnosia.v2i2.2575.

Thamrin, Husni. Aspek Hukum Bayi Tabung Dan Sewa Rahim (Perspektif Hukum Perdata Dan Hukum Islam). Yogyakarta: Aswaja Pressindo, 2014.

Undang-undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang, Pub. L. No. 21 (2007).

Wahyudi, Ija Suntana. “Comparison of Legal Maxims in Common Law and Islamic Law: Similarities and Differences in Dispute Resolution.” Jurnal Hukum Dan Peradilan 14, no. 2 (2025): 425–58. https://doi.org/https://doi.org/10.25216/jhp.14.2.2025.425-458.

Wahyudi, Wahyudi, Muhammad Husni Abdulah Pakarti, Oyo Sunaryo Mukhlas, Beni Ahmad Saebeni, and Mohd Radhuan Arif Zakaria. “Child Marriage in Malaysia and Indonesia in Legal Anthropology Perspective: Between Local Traditions and Islamic Legal Regulation.” Dialog Legal: Jurnal Syariah, Jurisprudensi Dan Tata Negara 2, no. 1 (2026): 26–43. https://doi.org/https://doi.org/10.64367/dialoglegal.v2i1.105.

Wahyudi, Wahyudi, and Usep Saepullah. “The Legality of Abortion Without Spousal Consent in Islamic Jurisprudence.” PATTIMURA Legal Journal 4, no. 2 (2025): 104–24. https://doi.org/https://doi.org/10.47268/pela.v4i2.19055.

Wainesa, Agrivina Bertha, Connie Aderiana Dekrita Br Sembiring, Allyana Honosutomo, Elena Christeen Aditya Putri, Andini Tania Zethira, and Anis Fatimah Zafar. “Analisis Problematika Bodily Autonomy Perempuan Indonesia.” Medium, 2023.

Wibowo, A M, A Iftitah, P M Dewi, L Dzulhijjah, M A A Musthofa, Z.F.D.H. P, M Junaedi, M F S Widodo, P Pahrudin, and R Suwardiyati. Perkembangan Hukum Keperdataan Di Era Digital. Edited by Dian Dewi Khasanah. Banten: Sada Kurnia Pustaka, 2024.

Downloads

Published

2026-02-09

How to Cite

“THE SURROGACY CONTRACT OF INDONESIAN CITIZENS BETWEEN THE LAW THAT SHOULD BE AND THE REAL”. 2026. Res Nullius Law Journal 8 (1): 58-71. https://doi.org/10.34010/rnlj.v8i1.18175.