PENGARUH SISTEM BIOPORI UNTUK MENANGANI GENANGAN PADA TANAH LANAU

Novianto Novianto, Alfian Adie Chandra, Bahtiar Bahtiar

Abstract


Permasalahan genangan bukanlah persoalan yang sederhana, beberapa faktor yang harus dipertimbangkan, antara lain, pertambahan debit banjir akibat perubahan tata guna lahan, penyempitan dan pendangkalan saluran akibat desakan permukiman dan sedimen. permasalahan tingginya muka air tanah dan permasalahan sampah. Untuk itu, Solusi untuk penanganan genangan pada tanah dengan kondisi lanau adalah dengan menerapkan sistem konservasi air, yang mana salah satunya dengan membuat lubang resapan biopori.

Dalam penelitian ini, peneliti mengambil lokasi dengan keadaan tanah tanah lanau. data-data yang telah dikumpulkan kemudian diolah dan dianalisis. Data primer yang di dapat adalah berupa laju infiltrasi air ke dalam tanah dan nilai laju infiltrasi sebelum dan sesudah adanya lubang resapan biopori.

Berdasarkan penelitian diperoleh kondisi tanah secara umum yaitu lempung berpasir kasar, nilai kepadatan basah (ɣb) = 3.32 gr/cm3 dan nilai kepadatan kering (ɣd) = 2.61 gr/cm3, kadar air sebesar 22,03 %, kadar air optimum sebesar 28,57 % dan berat isi kering sebesar 1,270 gr/cm3, koefisien permeabilitas (k) sebesar 0,004748 cm/detik.

 

Inundation is not a simple matter, many factors must be considered. As for several factors in this problem, such as, the increase of flood discharge due to changes in land use, narrowing and silting of channels due to settlement pressure, sediments, high water level pr and garbage. However, solution for handling the silt soil condition is by applying water conservation system, which is hole biopori absorption.

In this study, researchers took the silk soil in field. The data that has been collected then processed by analyzing the data. Moreover, the Primary data that is infiltration rate of water into soil and infiltration rate value before and after existence of hole biopori absorption.

Based on the research, the general soil conditions are coarse sandy clay, wet density (ɣb) = 3.32 gr / cm3 and dry density (ɣd) = 2.61 gr / cm3, moisture content of 22.03%, optimum water content 28.57% and the dry content weight of 1.270 gr / cm3, the permeability coefficient (k) of 0.004748 cm / sec.


Keywords


Lubang resapan biopori;infiltrasi;kepadatan;permeabilitas;Biopore absorption hole;infiltration;density;permeability

Full Text:

PDF

References


Muazzi. (2014) “Penggunaan Aplikasi Sistem Peresapan Biopori Terhadap Aliran Drainase untuk Mengatasi Banjir di Kecamatan Banda Sakti Kabupaten Aceh Utara”. Skripsi. Universitas Sumatera Utara, Medan

Pomalingo, Nelson. (2012). “Laju Infiltrasi dan Permeabilitas Tanah untuk Penentuan Tapak Resapan Air pada Areal Kampus 1 Universitas Negeri Gorontalo”. Skripsi. Universitas Negeri Gorontalo, Gorontalo.

Sembiring, Natanael. (2016). “Studi perbandingan uji pemadatan standar dan uji Pemadatan modified terhadap nilai koefisien permeabilitas tanah lempung berpasir”. Skripsi. Universitas Lampung, Bandar Lampun


Refbacks

  • There are currently no refbacks.