Analisis Kolom Berpenampang Bujur sangkar Menggunakan Program Rekayasa Struktur SAP2000 V18.2.0 Dan Program SP Column V4.81

Rangga Wirachma, Y. Djoko Setiyarto

Abstract


Perkembangan teknologi di bidang komputer rekayasa struktur merubah pola pikir seorang insinyur sipil dalam melakukan perhitungan kapasitas penampang kolom. Mengingat perhitungan secara manual dirasa terlalu sulit dan menguras waktu serta tenaga, ditambah lagi hasil keluaran (output) yang kurang akurat. Dalam dunia konstruksi, program SAP2000 dan program SP Column sudah tidak diragukan lagi kemampuannya dalam menganalisis kekuatan struktur secara cepat dan tepat. Dalam penelitian menghitung kapasitas penampang kolom ini, dilakukan analisis perhitungan dengan menggunakan metode perhitungan memakai program bantu (software) dan perhitungan secara manual agar hasil analisis dari program dapat dilacak secara teoritis. Kolom yang ditinjau dalam penelitian ini berupa kolom yang dibebani balok kantilever dan kolom yang dibebani balok jepit. Hasilnya, kolom yang dibebani balok kantilever mengalami momen maksimum yang lebih besar dibandingkan dengan kolom yang dibebani balok jepit. Hal ini diperjelas dengan hasil dari perhitungan menggunakan program bantu (software) dan perhitungan secara manual tidaklah jauh berbeda yaitu berupa diagram interaksi.

------------------------------------------------------------------------------------------

The development of technology in the field of engineering computer structure changes the mindset of civil engineer in calculating column cross-section capacity. Considering manual calculation is too difficult and it wasting the time and energy, also the output is less accurate. In the world of construction, the SAP2000 and SP Column program have undoubtedly the ability to analyze the strength of structure quickly and precisely. In this research to calculate the cross-section capacity of column, a measurement is done by using software program and manual method in order to the analysis result of program can be traced theoretically. The column that reviewed in this research are column loaded with cantilevered beam and column loaded with pedestal clamp beam. As a result, the column with cantilevered beam load experienced a greater maximum moment than the column with clasp beam. This is clarified by the result of calculation using software and manual program is not much different, that is interaction diagram.


Keywords


kolom;SAP2000;SP Column;diagram interaksi;column;interaction diagram

Full Text:

PDF

References


Wiryanto Dewobroto. (2007). Aplikasi Rekayasa Konstruksi Dengan SAP2000. Jakarta: Elex Media Komputindo.

SNI 03-2847. (2002). Tata Cara Perhitungan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung (Beta Version). Bandung: Badan Standardisasi Indonesia, 251.

Renaningsih. (2006). Analisis Penampang Kolom Beton Bertulang Persegi Berlubang Menggunakan Pca Col, 6(1), 87–93.

Ir. Iman Wimbadi, M.., Tavio, S.T., M.T., P. ., & Riaditya Dwi Aryadi.(2010). Pengekangan Dengan Pemrograman, 37–56.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.