PENGARUH AGREGAT PECAH ALAM TERHADAP KEKUATAN STRUKTUR LAPIS PONDASI PADA RUAS TIOM - PIRAMID KABUPATEN LANNY JAYA

Yusrif Yusrif, Alfian Adie Chandra, David David

Abstract


Pembanguan infrastruktur di Indonesia tanpa terkecuali di Kabupaten Lanny Jaya khususnya di bidang trasportasi sangat berkembang pesat. Banyak tersedia sumber-sumber material gunung yang cukup potensial di Desa Indawa Distrik Makki yang biasanya digunakan sebagai bahan lapis pondasi agregat kelas A. Maka perlu pemeriksaan di Laboratorium kemudian dikaitkan dengan spesifikasi yang ada sehubungan dengan persyaratannya.Pengujian laboratorium yang dilakukan diantaranya Gradasi, CBR, Proctor, Berat Jenis, dan Abrasi guna didapatkan hasil yang menunjukkan parameter material tersebut. Dari uji laboratorium yang dilakukan dan dibandingkan dengan parameter yang ada dalam spesifikasi Gradasi memenuhi spesifikasi berada diantara batas atas dan bawah. Nilai keausan material pada pengujian Abrasi sebesar 25,81% memenuhi spesifikasi diantara 0% - 40%. CBR pada 100% MDD Setelah Perendaman 4 Hari memiliki nilai 92%, memenuhi spesifikasi yang memiliki nilai pada kadar air optimum minimal 90%. Maka material gunung Desa Indawa tersebut layak digunakan sebagai bahan Lapis Pondasi Atas Kelas A.

------------------------------------------------------------------------------------------

Infrastructure development in Indonesia without exception in Lanny Jaya Regency, especially in the transportation sector is very rapidly developing. There are many potential mountain material sources that are quite potential in Indawa Village, Makki District, which is usually used as aggregate grade A foundation layer material. It is necessary to check in the Laboratory and then relate to existing specifications regarding the requirements. Laboratory tests include Gradasi, CBR, Proctor, Specific Gravity and Abrasion used to obtain results that show the material parameters. From laboratory tests carried out and compared with the parameters contained in the Gradasi specification, the specifications are between the upper and lower limits. The value of material wear in the Abrasion test of 25.81% meets the specifications between 0% - 40%. CBR at 100% MDD After 4 days immersion has a value of 92%, fulfilling specifications that have a value at optimum water content of at least 90%. Then the Indawa Village mountain material is worthy of being used as a Class A Upper Layer.


Keywords


LPA;Aggregat;Uji Lab;Test Lab

Full Text:

PDF

References


AASHTO, (1986), "Guide for Design of

Pavement Structures", Washington DC.1986

Badan Standarisasi Nasional, (2002), SNI 6889 – 2002, "Tata cara Pengambilan Contoh Agregat", Jakarta

Badan Standarisasi Nasional, (2008), SNI (1965 – 2008), "Cara Uji Penentuan Kadar Air Tanah dan Batuan di Laboratorium", Jakarta

Badan Standarisasi Nasional, (2012), SNI 1744 : 2012, "Metode Pengujian CBR Laboratorium", Jakarta.

Departemen Pekerjaan Umum (2010), "Spesifikasi Umum Edisi Revisi 2", 2010, Jakarta

Kerbs, and Walker (1971). "Stabilitas Perkerasan Jalan".

Pusjatan – Balitbang PU, 1990, SNI 03 - 1968 -1990 Metode Pengujian Tentang Analisis Saringan Agregat Halus dan Kasar, Jakarta

Pusjatan - Balitbang PU, 1991, SNI 03 - 2417 - 1991 Metode Pengujian Keausan Agregat Dengan Mesin Abrasi Los Angeles, Jakarta

Sukirman, S., 1992, Perkerasan Lentur Jalan Raya, Penerbit Nova, Bandung.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.