PEMILIHAN PROFIL BAJA HOT ROLLED AKIBAT PEMBEBANAN EKSENTRIS

Muhammad Nurul Alam, Y. Djoko Setiyarto

Abstract


Pembebanan pada bidang yang tidak melalui pusat geser (eksentris) akan mengakibatkan batang terpuntir (torsi). Tegangan puntir akibat torsi terdiri dari tegangan lentur dan geser. Perhitungan elemen struktur yang dilakukan dalam suatu analisis membutuhkan sebuah referensi. Referensi yang dibutuhkan adalah pedoman yang bisa dijadikan acuan dalam melakukan perhitungan, seperti misalnya SNI 03-1729-2002. Dalam penulisan ini, penulis menggunakan program bantu berupa software Microsoft Excel untuk membantu melakukan analisis perhitungan. Penampang gording yang dihitung adalah dengan 4 penampang, supaya hasil yang didapatkan (output) diperoleh bisa terbukti. Dari hasil analisis didapatkan bahwa, perilaku penampang yang dipasang dalam kondisi miring menghasilkan distribusi tegangan dengan bagian bawahnya mengalami tertarik (+) dan bagian atas mengalami tekan (-). Dari segi kekuatan maka penampang yang paling bagus untuk menahan beban tegangan torsi dan tegangan lentur adalah penampang WF dengan sudut α= 300. Karena tegangan kerja masih berada dalam tegangan yang diizinkan, dan tegangan torsi lebih kecil dari α= 150, begitu juga untuk tegangan lentur lebih kecil dari α= 450.

-----------------------------------------------------------------------------------------

Loading in the non-shear (eccentric) field will result in a crooked rod (torque). The torque voltage is composed of bending and shear stresses. Structural elements measure is performed in an analysis required references. The reference is required as guide which can be used in measurement, e.g SNI 03-1729-2002. In this writing, The author uses microsoft excel program to help perform calculation analysis. The gording cross section is calculated with 4 sections, so that the results obtained (output) obtained can be proven. From the analysis results obtained that, cross-sectional behavior that is installed in sloping condition generate voltage distribution with the bottom interested (+) and the top is depressed (-).In terms of strength then the best cross-section to withstand the burden of the torsional stress and the bending stress is cross-section of WF with angle α= 300. Since the working voltage is still in the allowable voltage, and the torque voltage is smaller than α= 150, so also for bending stresses smaller than α= 450


Keywords


Pembebanan Eksentris;Tegangan Torsi;Distribusi Tegangan;concrete debris;compressive strength;coarse aggregate

Full Text:

PDF

References


Gunung Garuda. PT (2013), "PT. Gunung Garuda, Steel Is Our Business, Product catalogue". 2013.

Agus Setiawan (2008), "Perencanaan Struktur Baja Dengan Metode LRFD (BerdasarkanSNI 03-1729-2002)", Penerbit Airlangga, Jakarta, 2008

Gere James M, Timoschenko Stephen P (1997), "Mekanika Bahan", jilid 1 edisi keempat, Airlangga, 2000.

Charles G. Salmon, Jhon E. Johnson, "Struktur Baja, Design dan Perilaku", Jilid 1, Penerbit Airlangga, Jakarta, 1990.

Supriatna Nandan (2010), "MK Struktur Baja 1", Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), 2010.

Willian T. Segui, "Steel Design", Thomson, 2007.

Salmon, C.G and Jhonshon, J.E (1990). "Steel Structures Design ad Behaviour, 3rd edition". Harper Collins Publishers, Inc., Singapore.

William T Segui, (2007), "Steel Design, Fifth Edition". Christopher M. Shortt,Publishers Inc., USA

Ir. Oentoeng (1999), "Konstruksi Baja". Penerbit Andi,. Yogyakarta.

SNI 03-1729-2002. Tata Cara Perencanaan Struktur Baa Untuk Bangunan gedung.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.