Janaru Saja : Jurnal Program Studi Sastra Jepang https://ojs.unikom.ac.id/index.php/janarusaja <table style="height: 394px;" width="614"> <tbody> <tr> <td align="left" valign="top"> <p><img src="/public/site/images/fenny/Cover_Jurnal_(200-400px).jpg"></p> </td> <td style="width: 50px;">&nbsp;</td> <td align="left" valign="top"> <p><strong>JANARU SAJA : Jurnal Program Studi Sastra Jepang</strong> is a journal published two times annually (May and November) by Japanese Department (Program Studi Sastra Jepang) Universitas Komputer Indonesia, Bandung. This journal consists of paper-based articles, fresh ideas about Japanese language, literature, culture and its teaching and learning, which have never been published before. Scientific articles dealing with Japanese Studies are particularly welcome.</p> <p>&nbsp;</p> </td> </tr> </tbody> </table> <p>Specific topics of interest include (but are not confined to):</p> <ol> <li class="show">Japanese Studies</li> <li class="show">Japanese Language Teaching/Learning&nbsp;</li> <li class="show">Japanese Culture</li> <li class="show">Japanese Literature</li> <li class="show">Japanese Linguistics and Applied Japanese Linguistics&nbsp;</li> <li class="show">Japanese for Specific Purposes</li> </ol> <p>&nbsp;</p> <p>Any submitted paper will be process through some necessary steps, such as reviewed by reviewers. Review process employs double-blind review that the reviewer does not know the identity of the author, and the author does not know the identity of the reviewers.</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>JANARU SAJA : Jurnal Program Studi Sastra Jepang</strong></p> <p>Indexed by :</p> <p><a href="https://scholar.google.co.id/citations?user=aUhJ0mcAAAAJ&amp;hl=en" target="_blank" rel="noopener"><img src="/public/site/images/fenny/googlescholar1.png"></a><a href="http://garuda.ristekdikti.go.id/"><img src="/public/site/images/fenny/garuda.png"></a></p> <p><a href="https://search.crossref.org/?q=Analisis+Kesalahan+Mahasiswa+Tingkat+Tiga+Dalam+Penggunaan+Tsuzuku+dan+Tsudzukeru&quot;"><img src="/public/site/images/fenny/crossref.png"></a><a title="Janaru Saja Sinta 5" href="http://sinta.ristekbrin.go.id/journals/detail?id=5738" target="_blank" rel="noopener"><img src="/public/site/images/fenny/s5_sintaaa(54kb)1.jpg" width="167" height="85"></a></p> <p><a href="https://statcounter.com/p12144466/?guest=1"><img src="/public/site/images/fenny/statcounter_newapp_logo-11.png" width="178" height="54"></a></p> Program Studi Sastra Jepang, Universitas Komputer Indonesia Bandung en-US Janaru Saja : Jurnal Program Studi Sastra Jepang 2301-5519 <ol type="a"><li>Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a <a href="http://creativecommons.org/licenses/by/3.0/" target="_new">Creative Commons Attribution License</a> that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.</li><li>Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.</li><li>Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See <a href="http://opcit.eprints.org/oacitation-biblio.html" target="_new">The Effect of Open Access</a>)</li></ol> Struktur dan Beban Permohonan Irai Hyougen pada Pembelajar Bahasa Jepang dan Penutur Asli https://ojs.unikom.ac.id/index.php/janarusaja/article/view/4941 <p><strong>Abstract</strong></p> <p>This research &nbsp;aims to analyze the structure of natives’ and Japanese learners’ irai hyougen and their perspective on its request imposition. The method used in this research is descriptive qualitative and the data were collected using DCT from 43 respondents consisting of 10 native speakers and 33 Japanese learners. In the DCT there are 12 different situations (bamen) based on imposition, social distance, and relative power. The results of this study indicate that in the irai hyougen structure which expressed by learners, there are still mistake in the use of words, even at the N2 level learners. The learner's requesr expression tends to be long and 45% use yobikake as the prefix, while native speakers use long expressions in high level of imposition and 35% directly use hondai.The results of this study have not been able to provide general conclusions about the characteristics of the irai hyougen structure of native speakers and Japanese learners, but there is a possibility of differences in the perspective on the structure and the burden of a request, and mistake in using words, where this mistake is one of the reasons which can lead to language transfer.</p> <p><strong>Keywords:</strong> Irai hyougen, request structure, request imposition, Japanese learners and natives</p> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur irai hyougen penutur asli dan pembelajar bahasa Jepang serta perspektif mereka terhadap beban permintaannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dan pengumpulan data menggunakan DCT dari 43 responden yang terdiri dari 10 penutur asli dan 33 pembelajar bahasa Jepang. Dalam DCT terdapat 12 situasi berbeda (bamen) berdasarkan beban, jarak sosial, dan kekuatan relatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam struktur irai hyougen yang diungkapkan pembelajar masih terdapat kesalahan dalam penggunaan diksi, bahkan pada tingkat N2. Ungkapan permintaan peserta didik cenderung panjang dan 45% menggunakan yobikake sebagai awalan, sedangkan penutur asli menggunakan ungkapan panjang pada tingkat beban tinggi dan 35% langsung menggunakan hondai. Hasil penelitian ini belum dapat memberikan kesimpulan umum tentang karakteristik struktur irai hyougen penutur asli dan pembelajar Indonesia, namun terdapat kemungkinan adanya perbedaan cara pandang terhadap struktur dan beban suatu permohonan, dan kesalahan dalam menggunakan kata-kata, dimana kesalahan tersebut merupakan salah satu alasan yang dapat menyebabkan adanya transfer bahasa.</p> <p><strong>Kata kunci</strong>: Irai hyougen, struktur permohonan, beban permohonan, pembelajar bahasa Jepang dan penutur asli</p> Diana Rizki Oktarina Nuria Haristiani Dedi Sutedi ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2021-05-31 2021-05-31 10 1 48 64 10.34010/js.v10i1.4941 Kecemasan Bahasa Dalam Pembelajaran Tata Bahasa Jepang Secara Daring https://ojs.unikom.ac.id/index.php/janarusaja/article/view/4739 <p><strong>Abstract</strong></p> <p>This study aims to investigate a) the differences of level anxiety by gender and length of study; b) the correlation between language anxiety and student outcomes; c) the effect of language anxiety on student outcomes.&nbsp; A survey was administered to 149 Japanese language students from two state universities in Sumatra. There were 40 male students and 109 female students in this study. 47 students have experience learning Japanese for less than 1 year, 81 students about 1-2 years, 17 students about 3-4 years, and 4 students have experiences for more than 5 years. The study found that female students were more anxious than male students. There was no difference in anxiety based on thelength of study. Correlation analyses showed that there was a negative significant correlation between anxiety and student outcomes. That means if anxiety rises, outcomes will decrease. Meanwhile, regression analyses showed that anxiety was a predictor that affects learning outcomes. This indicates that anxiety interferes the outcomes of learning Japanese grammar in online learning.</p> <p><strong>Keywords</strong>: Language anxiety, Japanese grammar, online learning</p> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui a) perbedaan tingkat kecemasan berdasarkan jenis kelamin dan periode belajar; b) hubungan kecemasan bahasa dengan hasil belajar; dan c) pengaruh kecemasan bahasa terhadap hasil belajar. Responden dalam penelitian ini adalah 149 mahasiswa bahasa Jepang tingkat 1 dan 2 dari 2 universitas negeri di Sumatera. Sebanyak 40 orang merupakan pembelajar laki-laki dan 109 orang merupakan pembelajar ont . 47 orang diantaranya memiliki pengalaman belajar bahasa Jepang kurang dari 1 tahun, 81 orang 1-2 tahun, 17 orang 3-4 tahun, dan 4 orang memiliki pengalaman belajar lebih dari 5 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajar perempuan lebih cemas dibanding pembelajar laki-laki. Tidak ada perbedaan kecemasan antara pembelajar yang memiliki pengalaman belajar bahasa Jepang lebih sedikit dengan pembelajar yang mempunyai pengalaman belajar lebih lama. Hasil analisis korelasi menunjukkan bahwa ada hubungan negatif signifikan antara kecemasan dengan hasil belajar. Artinya jika kecemasan naik maka hasil belajar mengalami penurunan. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa kecemasan merupakan prediktor yang mempengaruhi hasil belajar. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa kecemasan mengganggu hasil belajar tata bahasa Jepang dalam pembelajaran daring.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Kecemasan berbahasa, tata bahasa Jepang, pembelajaran daring</p> Muliadi Muliadi Susi Widianti Wawan Danasasmita ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2021-05-31 2021-05-31 10 1 33 47 10.34010/js.v10i1.4739 Gairaigo Dalam Novel Tensei Shitara Slime Datta Ken Karya Fuse https://ojs.unikom.ac.id/index.php/janarusaja/article/view/4733 <p><strong>Abstract</strong></p> <p>This research aims to analyze the form and meaning of Japanese loanword or gairaigo. The data were collected from Japanese novel titled Tensei Shitara Slime Datta Ken by observation method and note-taking techniques. They were analyzed using identity method and distribution techniques. The form of gairaigo were analyzed using word formation theory by Tsujimura (1996) and meaning were analyzed using contextual meaning theory by Pateda (2001). The results show that gairaigo can be divided into two forms, base and morphological forms. Base form does not have morphological change. Morphological form includes affixation, compound, and clipping. There are some gairaigo having different meaning from its source language. &nbsp;Further research can hopefully examine gairaigo using phonology or syntax theory.</p> <p><strong>Keywords:</strong> Morphology; Semantics; Loanwords; Japanese Language</p> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk dan makna dari kata pinjaman bahasa Jepang atau gairaigo. Data dikumpulkan dari novel bahasa Jepang berjudul Tensei Shitara Slime Datta Ken menggunakan metode simak disertai teknik catat. Data dianalisis menggunakan metode padan disertai teknik pilah unsur penentu. Teori yang digunakan adalah teori pembentukan kata menurut Tsujimura (1996) dan makna kontekstual menurut Pateda (2001). Hasil analisis menunjukkan bahwa gairaigo dapat dibagi menjadi dua bentuk, yaitu bentuk dasar dan bentuk morfologis. Bentuk dasar merupakan gairaigo yang tidak mengalami proses morfologis. Bentuk morfologis terbentuk dari proses pengimbuhan, penggabungan, dan pemenggalan. Dari segi makna, terdapat beberapa gairaigo yang memiliki perbedaan dari bahasa asalnya. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat menganalisis gairaigo menggunakan teori fonologi atau sintaksis.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Morfologi; Semantik; Kata Pinjaman; Bahasa Jepang</p> Made Henra Dwikarmawan Sudipa ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2021-05-31 2021-05-31 10 1 21 32 10.34010/js.v10i1.4733 Ideology State Aparatus dalam Instansi Pendidikan Formal di Desa Jepang dalam Anime Non Non Biyori https://ojs.unikom.ac.id/index.php/janarusaja/article/view/4537 <p><strong>Abstract</strong></p> <p>This research describes the phenomenon of formal rural education institutions in Japan which is shown in Atto's anime series Non Non Biyori through the ideological theory approach proposed by Althusser. The purpose of this study is to describe the formal village education institutions in Japan in supporting the compulsory twelve year school program and implementing moral education design by the central government. The method used is a quantitative method to explain the existing phenomena by collecting data and departing from Althusser's Ideology State Apparatus theory. The results of this study are to suggest that formal education institutions in rural areas in Japan are able to apply and implement moral education methods from the central government in learning and compulsory schooling so that they become moral students and are able to be educated and experience school to high school and above.</p> <p><strong>Keywords :</strong>&nbsp;&nbsp; Ideology state apparatus, Japan, education, anime</p> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Penelitian ini memaparkan fenomena instansi pendidikan formal daerah desa di Jepang yang diperlihatkan dalam anime seri Non Non Biyori karya Atto melalui pendekatan teori ideologi yang dicanangkan oleh Althusser. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan instansi pendidikan formal desa di Jepang dalam mendukung program wajib sekolah dua belas tahun serta melaksanakan pendidikan moral yang direncanakan oleh pemerintah pusat. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif untuk menjelaskan fenomena yang ada dengan pengumpulan data serta berangkat dari teori Ideology State Apparatus dari Althusser. Hasil dari penelitian ini adalah mengemukakan instansi pendidikan formal daerah desa di&nbsp; Jepang yang mampu menerapkan dan melaksanakan metode pendidikan moral dari pemerintah pusat dalam pembelajaran serta&nbsp; wajib sekolah 12 tahun sehingga menjadi pelajar bermoral&nbsp; serta mampu teredukasi dan mencicipi bangku sekolah sampai sekolah menengah keatas.</p> <p><strong>Kata kunci :</strong>&nbsp;&nbsp; Ideology state apparatus, Jepang, pendidikan, anime</p> Indah Hasan Muhammad Rayhan Bustam ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2021-05-31 2021-05-31 10 1 12 20 10.34010/js.v10i1.4537 Metafora Konseptual dalam Konferensi Pers Program Kerja Gubernur Tokyo Yuriko Koike di Televisi https://ojs.unikom.ac.id/index.php/janarusaja/article/view/4325 <p><strong>Abstract</strong></p> <p>The purpose of this research is to determine the conceptual metaphor from Tokyo governor Yuriko Koike’s press conference on television through cognitive semantic analysis. The method used in this research is the descriptive qualitative method. The data for this research were derived from a press conference from Yuriko Koike who was re-elected for the second time as Tokyo governor and classified based on conceptual metaphor theory from Lakoff and Johnson. As the result, there are 15 data of structural metaphor, 3 data of orientational metaphor, and 5 data of ontology metaphor. The conceptual meanings found in this research are related to the government such as economy, government system, work plans, and government priorities. There also found some conceptual meanings related to disease and fight.</p> <p><strong>Keywords</strong>: conceptual metaphor, cognitive semantic, utterance</p> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan metafora konseptual dalam konferensi pers program kerja gubernur Tokyo, Yuriko Koike di televisi dengan analisis semantik kognitif. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Data pada penelitian ini diperoleh dari konferensi pers pemaparan program kerja yang disampaikan oleh gubernur Tokyo, Yoriko Koike yang kembali terpilih untuk kedua kalinya. Data kemudian dianalisis dan digolongkan berdasarkan jenis metafora konseptualnya berdasarkan teori oleh Lakoff dan Johnson. Hasil dari penelitian ini adalah ditemukan lima belas data metafora struktural, tiga data metafora orientasional, dan lima data metafora struktural. Makna konseptual yang ditemukan berkaitan dengan pemerintahan seperti perekonomian, sistem pemerintahan, program kerja, dan prioritas pemerintah. Selain itu juga ditemukan makna konseptual penyakit dan pertarungan.</p> <p><strong>Kata kunci</strong>: metafora konseptual, semantik kognitif, tuturan</p> Mellati Riandi Putri Tajudin Nur ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2021-05-31 2021-05-31 10 1 1 11 10.34010/js.v10i1.4325