Jurnal Common https://ojs.unikom.ac.id/index.php/common <table style="height: 399px;" width="722"> <tbody> <tr> <td align="left" valign="top"> <p><img src="/public/site/images/adminfdk/Covertabligh2.png" alt="" width="229" height="337"></p> </td> <td style="width: 50px;">&nbsp; <p>&nbsp;</p> </td> <td align="left" valign="top"> <p>Jurnal Common merupakan jurnal akademik yang diterbitkan oleh Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Unikom. Terbit dua kali dalam setahun setiap bulan Juni dan Desember. Jurnal Common berisi artikel dari hasil riset dan opini tentang konteks-konteks komunikasi, baik komunikasi intrapersonal, komunikasi interpersonal, komunikasi kelompok, komunikasi organisasi, komunikasi massa dan lain-lain. Semua artikel diharapkan ditulis secara ringkas, terorganisasi dengan baik dan jelas.</p> </td> </tr> </tbody> </table> <p>Any submitted paper will be reviewed by reviewers. Review process employs double-blind review that the reviewer does not know the identity of the author, and the author does not know the identity of the reviewers.</p> <p><strong>Jurnal Common&nbsp;</strong>indexed by:</p> <p><img src="/public/site/images/melly/Garuda.png"><img src="/public/site/images/melly/googlescholar1.png"></p> en-US melly.maulin@email.unikom.ac.id (Melly maulin) donnyreza@email.unikom.ac.id (Donny Reza) Mon, 24 Dec 2018 00:00:00 +0700 OJS 3.1.1.4 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 PEMBERDAYAAN PEREMPUAN MELALUI PROGRAM IBU INSPIRASI “KOPERNIK” DALAM MENGENTASKAN KEMISKINAN https://ojs.unikom.ac.id/index.php/common/article/view/1185 <p class="Common-AbstrakIsi">Program Ibu Inspirasi adalah program pengentasan kemiskinan yang digagas Kopernik di wilayah Nusa Tenggara Timur. Kemiskinan yang ada di Nusa Tenggara Timur disebabkan oleh keterbatasan informasi mengenai hak-hak perempuan serta kesenjangan informasi mengenai teknologi tepat guna. Maka dari itu, Kopernik berusaha mengentaskan kemiskinan melalui kerjasama dengan beberapa pihak. Dalam Program Ibu Inspirasi, Kopernik bekerjasama dengan organisasi lokal serta pemerintah untuk mensosialisasikan program serta teknologi-teknologi yang dibawa Kopernik. Program ini berupaya mengentaskan kemiskinan melalui pembangunan diri perempuan hingga akhirnya dapat berkontribusi lebih dalam rumah tangganya. Program Ibu Inspirasi juga bertujuan untuk meningkatkan partisipasi perempuan di ranah masyarakat.</p><p class="Common-AbstrakIsi">Pemberdayaan yang dilakukan oleh Kopernik melalui Program Ibu Inspirasi merupakan pemberdayaan yang terbilang unik, karena tidak hanya bertujuan untuk mengajarkan keterampilan hingga para ibu bisa membantu keluarganya secara finansial, tetapi juga turut mempromosikan energi bersih yang baik untuk lingkungan. Pemberdayaan perempuan merupakan usaha pengentasan kemiskinan melalui pembangunan kapasitas perempuan.</p><p>Salah satu cara membangun kapasitas tersebut adalah dengan meningkatkan kesadaran mereka mengenai banyak hal yang selama ini tertutup oleh pemakluman budaya-budaya yang berkembang di masyarakat. Pemahaman yang tertanam sejak dulu seringkali membuat pemberdayaan perempuan disalahartikan oleh orang awam. Memberdayakan para ibu dengan nilai-nilai patriarki yang begitu melekat di wilayah terpencil sambil mengenalkan teknologi tepat guna yang berbasis energi bersih.</p><p>---------------------------------------------------------------------------------</p><p class="Common-AbstractContent">The Inspiration Program is a poverty alleviation program initiated by Kopernik in the East Nusa Tenggara region. Poverty in East Nusa Tenggara is caused by limited information about women's rights and information gaps regarding appropriate technology. Therefore, Kopernik seeks to alleviate poverty through collaboration with several parties. In the Inspiration Program, Kopernik collaborates with local organizations and the government to socialize programs and technologies brought by Kopernik. This program seeks to alleviate poverty through the development of women themselves to finally be able to contribute more in their households. The Inspiration Program also aims to increase women's participation in the community.</p><p class="Common-AbstractContent">Empowerment carried out by Kopernik through the Inspiration Program is an unique empowerment, because it does not only aim at teaching skills so that mothers can help their families financially, but also help promote clean energy that is good for the environment. Women's empowerment is an effort to alleviate poverty through building women's capacity.</p><p>One way to build this capacity is to increase their awareness of many things that have been covered up by the understanding of cultures that develop in the community. Understanding that has been embedded since a long time ago often makes women's empowerment misinterpreted by ordinary people. Empowering mothers with patriarchal values that are so inherent in remote areas while introducing appropriate energy-based clean technology.</p> Agus Setiaman, Utami Chairany, Kismiyati El Karimah ##submission.copyrightStatement## https://ojs.unikom.ac.id/index.php/common/article/view/1185 Mon, 24 Dec 2018 00:00:00 +0700 DEPARTEMEN KOMUNIKASI PT. PUPUK KUJANG CIKAMPEK SEBAGAI FASILITATOR KOMUNIKASI MELALUI HOUSE JOURNAL (MAJALAH INTERNAL KAREUMBI) PERUSAHAANNYA https://ojs.unikom.ac.id/index.php/common/article/view/1186 <p>Perkembangan <em>House Journal</em> di Indonesia seiring dengan semakin pesatnya kemajuan dibidang ekonomi dan industri, termasuk kondisi pendidikan masyarakat Indonesia yang semakin tinggi, maka <em>House Journal</em> dianggap sebagai media alternatif dalam melakukan komunikasi antara perusahaan dengan publiknya, baik publik internal maupun eksternal. <em>House Journal</em> juga diperlukan untuk pencapaian citra positif dan perolehan dukungan opini publik pada perusahaan. Bentuk <em>House Journal</em> dan isinya tidak berbeda dengan pers komersial, yang membedakannya hanya pada segmentasi publik pembacanya yaitu lebih khusus, sesuai target publik perusahaan yang akan dicapai. <em>House Journal</em> adalah salah satu dari cara komunikasi organisasi melalui media cetak yang terbit secara berkala yang isinya meliputi berbagai liputan jurnalistik, pandangan tentang topik aktual yang patut diketahui pembaca dan majalah adalah salah satu media internal perusahaan. Disamping tampilannya yang menarik, <em>House Jurnal</em> dalam penelitian ini majalah Kareumbi yang memuat banyak gambar, foto-foto, serta berita-berita yang berhubungan dengan perusahaan. Sehingga tidak sedikit perusahaan yang memilih majalah sebagai media internalnya, termasuk PT. Pupuk Kujang. Penelitian dilakukan dengan pendekatan Kualitatif dengan metode studi deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan wawancara mendalam, observasi nonpartisipan, dokumentasi, studi pustaka dan internet <em>searching. </em>Informan penelitian dipilih dengan menggunakan teknik <em>snowball sampling</em>. Teknik analisa data yang digunakan meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan, Uji keabsahan data dilakukan dengan peningkatan ketekunan, dan diskusi teman sejawat. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa Departemen Komunikasi PT. Pupuk Kujang sebagai fasilitator komunikasi antara manajemen dan karyawannya menerbitkan Majalah Kareumbi sebagai house jurnal perusahaan yaitu untuk mensosialisasikan berbagai Informasi perusahaan kepada karyawan, mewadahi keinginan dari aspirasi karyawan, menginformasikan kebijakan yang dikeluarkan oleh perusahaan. Saran penelitian yang dapat diberikan kepada Departemen Komunikasi PT. Pupuk Kujang adalah mempertimbangkan, melengkapi majalah Kareumbi sebagai house jurnal dengan pengadaan E-Magazine.</p><p> </p><p>---------------------------------------------------------------------------------</p><p><em><br /></em></p><p><em>The development of the House Journal in Indonesia along with the rapid progress in the economic and industrial sectors, including the increasingly high condition of Indonesian society education, the House Journal is considered as an alternative media in communicating between the company and its public, both internal and external. The House Journal is also needed for the achievement of a positive image and the acquisition of support for public opinion in the company. The form of the House Journal and its contents are no different from the commercial press, which distinguishes it only in the public segmentation of the reader, which is more specific, according to the company's public target to be achieved. The House Journal is one of the ways in which organizational communication through print media is published periodically which includes various journalistic coverage, views on the actual topic that should be known to readers and magazines are one of the company's internal media. Besides its attractive appearance, the House Journal in this research is Kareumbi magazine which contains many pictures, photographs and news related to the company. So that not a few companies choose magazines as their internal media, including PT. Fertilizer Kujang. The study was conducted with a qualitative approach with descriptive study methods. Data collection techniques used in-depth interviews, nonparticipant observation, documentation, library studies and internet searching. The research informants were selected using the snowball sampling technique. Data analysis techniques used include data collection, data reduction, data presentation and conclusion, testing the validity of the data is done by increasing perseverance, and discussion of colleagues. The results of the study show that the Communication Department of PT. Pupuk Kujang as a communication facilitator between management and employees publishes Kareumbi Magazine as a company journal house, which is to socialize various company information to employees, accommodate the desires of employee aspirations, inform policies issued by the company. Suggestions for research that can be given to the Communication Department of PT. Pupuk Kujang is considering, equipping Kareumbi magazine as a house journal with E-Magazine procurement.</em></p> Desayu Eka Surya, Isma Octavia ##submission.copyrightStatement## https://ojs.unikom.ac.id/index.php/common/article/view/1186 Mon, 24 Dec 2018 00:00:00 +0700 TAYANGAN MISTIK DI TELEVISI: BUDAYA ATAU PEMBODOHAN? https://ojs.unikom.ac.id/index.php/common/article/view/1187 <p class="Common-AbstrakIsi">Hal-hal berbau mistik selalu menjadi hal yang menarik untuk dibahas dan dipertanyakan, meskipun ditengah kemajuan zaman dan perkembangan teknologi yang kian pesat. Dan menjadi salah satu komoditi yang menguntungkan. Ini pula lah yang mendorong media massa untuk mengolahnya menjadi sebuah tayangan yang disuguhkan kepada masyarakat.</p><p>Meskipun secara pasar tayangan tersebut memberikan keuntungan bagi pihak media, namun keinginan pasar ternyata bertentangan dengan aturan UU penyiaran yang ada. Sehingga keberadaan tayangan ini dipertanyakan apakah sebagai penyajian bentuk kebudayaan yang ada di masyarakat atau justru sebagai bentuk pembodohan masyarat melalui penyajian tayangan yang berbau klenik dan mistik.</p><p> </p><p>---------------------------------------------------------------------------------</p><p> </p><p class="Common-AbstractContent"><em>In this current and advance era where technology development are faster then ever, but there’s always an interesting things to talk and questioned about mystical or mysticism. And we can deny that it become a profitable comodity in society. That become one of the reason why mass media use this as their programme and present them to the audiences.</em></p><p><em>Eventhough this mystical or mysticism profitable for the media, but it doesn’t align with the broadcasting constitution. Thus this programme existence are questioned, wether mystical or mysticism programme is a part of our culture or it is a way to duping our society?</em></p> Firman Alamsyah Taufik Robbi, Ranni Dyah Khatamisari Rachaju ##submission.copyrightStatement## https://ojs.unikom.ac.id/index.php/common/article/view/1187 Mon, 24 Dec 2018 00:00:00 +0700 STUDI ETNOMETODOLOGI PELANGGARAN KOMUNIKASI (COMMUNICATION BREACHING) DI PASAR TRADISIONAL YOUTEFAKOTA JAYAPURA https://ojs.unikom.ac.id/index.php/common/article/view/1188 <p>Penjual dan pembeli di pasar tradisonal, Youtefa tidak dapat terhindar dari aktivitas komunikasi baik verbal maupun nonverbal dalam praktik tawar-menawar. Namun komunikasi yang dilakukan tidak selamanya berjalan lancar. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mendeskripsikan respon penjual baik secara verbal maupun nonverbal terhadap <em>communication breaching experiment</em> (percobaan pelanggaran komunikasi) yang dilakukan oleh pembeli dan mengetahui alasan di balik respon tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif yang bersifat interpretif dan metode etnometodologi dengan meminta kesediaan 5 orang pembeli untuk melakukan <em>communication breaching experiment</em> terhadap beberapa penjual. Data dianalisis dengan model interaktif Miles and Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa respon penjual terhadap pelanggaran komunikasi ditunjukkan dalam dua bentuk yaitu komunikasi verbal dan komunikasi nonverbal. Melalui komunikasi verbal (kata-kata secara lisan) pelanggaran dikatakan sebagai sebagai sesuatu yang aneh, tidak wajar, bahkan pelakunya dianggap tidak waras, mengada-ada atau pura-pura tidak tahu, dan angkuh dan diperkuat oleh komunikasi nonverbal (ekspresi wajah kesal, heran, menepuk jidat, nada suara yang tinggi, mengernyitkan dahi, dan menggeleng-gelengkan kepala). Respon ini dilatarbelakangi oleh terjadinya komunikasi yang tidak seperti biasanya atau tidak sebagaimana mestinya yang berbeda dari kebiasaan yang sering ditemui dalam rutinitas sehari-hari di pasar antara penjual dan pembeli.</p><p> </p><p>---------------------------------------------------------------------------------</p><p> </p><p><em>Sellers and buyers in traditional markets, Youtefa cannot avoid communication activities both verbally and nonverbally in the practice of bargaining. However, the communication done does not always run smoothly. Therefore, this study aimed to describe the seller's response to breaching communication carried out by the buyers both in verbal and nonverbal communication and knowing the reasons behind the response given. This study uses a qualitative research approach and ethnometodology method through a communication breaching experiment by asking the willingness of 5 buyers to do it with some sellers. Data were analyzed by the interactive model of Miles and Huberman. The results of the study showed that the seller's response to communication breaching was shown in two forms, namely verbal communication and nonverbal communication. Through verbal communication (verbal words) violations are said to be something strange, unnatural, even the perpetrators are considered insane, making it up or pretending not to know, and arrogant. This response is reinforced by nonverbal communication such as irritated facial expressions, wonder, tapping the forehead, high tone of voice, frowning, and shaking his head. This response is motivated by the occurrence of communication that is not as usual or not as it should be that is different from the habit that often found in daily routines in the market between sellers and buyers.</em></p> Nahria Nahria, Izzatul Laili ##submission.copyrightStatement## https://ojs.unikom.ac.id/index.php/common/article/view/1188 Mon, 24 Dec 2018 00:00:00 +0700 PROSES KOMUNIKASI KELOMPOK DALAM METODE PEMBELAJARAN SENTRA UNTUK MEMBENTUK KEMANDIRIAN ANAK https://ojs.unikom.ac.id/index.php/common/article/view/1189 <p class="Common-AbstrakIsi">Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui proses komunikasi kelompok dalam metode pembelajaran sentra di TK Zaid bin Tsabit. Penelitian ini mendiskusikan tentang proses komunikasi kelompok. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Kualitatif dengan pendekatan Deskriptif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan peneliti ada dengan studi pustaka, penelusuran data secara online, wawancara, observasi serta dokumentasi dengan 3 orang informan kunci yaitu guru di TK Zaid bin Tsabit serta 3 informan pendukung yaitu Kepala TK Zaid bin Tsabit dan 2 orang tua murid. Uji keabsahan data dengan peningkatan ketekunan, triangulasi dan diskusi dengan teman sejawat, teknik analisis data menggunakan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan evaluasi.</p><p class="Common-AbstrakIsi">Hasil penelitian ini bahwa Proses komunikasi yang terjadi merupakan komunikasi langsung yang terjadi dua arah dan dilakukan terus menerus untuk membentuk kemandirian anak. Proses komunikasi yang terjadi dalam kelompok metode pembelajaran sentra membentuk kemandirian anak. Proses komunikasi yang dilakukan oleh guru kepada anak dilakukan dengan memberikan arahan-arahan kepada anak serta contoh dari arahan yang telah disampaikan oleh guru.</p><p>Kesimpulan pada penelitian ini adalah metode pembelajaran sentra membentuk kemandirian anak lewat komunikasi yang dilakukan guru secara terus menerus, karna melalui pembelajaran sentra anak diminta untuk melakukan segala sesuatunya sendiri dalam pengawasan guru. Saran yang diberikan adalah guru harus lebih kreatif dalam memberikan materi pada metode pembelajaran sentra serta bersikap lebih tegas dalam mendidik anak dan melakukan komunikasi yang berkelanjutan dengan orang tua murid.</p><p> </p><p>---------------------------------------------------------------------------------</p><p> </p><p class="Common-AbstractContent"><em>This study was conducted to determine the process of group communication in the center learning method at TK Zaid bin Tsabit. This study discusses the process of group communication. The research method used in this study is a qualitative method with a descriptive approach. The data collection techniques carried out by the researcher were with literature studies, online data searches, interviews, observation and documentation with 3 key informants namely the teacher at TK Zaid bin Tsabit and 3 supporting informants namely TK Head Zaid bin Tsabit and 2 parents. Test the validity of data by increasing perseverance, triangulation and discussion with colleagues, data analysis techniques using data collection, data reduction, data presentation, drawing conclusions and evaluations.</em></p><p class="Common-AbstractContent"><em>The results of this study that the communication process that occurs is direct communication that occurs in two directions and carried out continuously to form the independence of children. The communication process that occurs in a group of central learning methods shapes children's independence. The process of communication carried out by the teacher to the child is done by giving directions to the child as well as examples of directions that have been delivered by the teacher.</em></p><p><em>The conclusion of this study is that the central learning method shapes children's independence through continuous communication by the teacher, because through central learning children are asked to do everything themselves in the supervision of the teacher. The advice given is that the teacher must be more creative in giving material to the central learning method and be more assertive in educating children and making ongoing communication with parents.</em></p> Rismawaty Rismawaty, Sofie Aulia Rahmah ##submission.copyrightStatement## https://ojs.unikom.ac.id/index.php/common/article/view/1189 Mon, 24 Dec 2018 00:00:00 +0700 HAMBATAN KOMUNIKASI ANTARBUDAYA DI KALANGAN PELAJAR ASLI PAPUA DENGAN SISWA PENDATANG DI KOTA JAYAPURA https://ojs.unikom.ac.id/index.php/common/article/view/1190 <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hambatan komunikasi antarbudaya yang terjadi di kalangan Pelajar Asli Papua (OAP) dengan Pelajar Pendatang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis hambatan komunikasi antarbudaya siswa asal Papua khususnya di SMA YPPK Teruna Bakti Jayapura. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan teknik purposive sampling (bertujuan) untuk pemilihan subjek, dengan jumlah informan sebanyak 10 (sepuluh) orang siswa – siswi. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan data sekunder yang berkaitan dengan situasi dan kondisi empiris. Wawancara dan dokumentasi guna memperoleh data primer mengenai Hambatan Komunikasi Antarbudaya siswa asli papua dengan siswa pendatang di SMA YPPK Teruna Bakti Jayapura. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hambatan komunikasi antarbudaya masih sering terjadi karena masing – masing suku masih mengalami kesulitan dalam memahami setiap perbedaan budaya. Adapun yang menjadi faktor penghambat komunikasi antarbudaya adalah mengenai perbedaan bahasa, kesalahpahaman nonverbal (seperti gestur tubuh, suara dan sebagainya) serta dalam persepsi mereka dalam menilai masing – masing kedua suku tersebut.</p><p> </p><p>---------------------------------------------------------------------------------</p><p> </p><p><em>This research is motivated by intercultural communication barrier that happened among students of native Papuan with students Papuan immigrants in Jayapura. The purpose of this research is to describe and analyze the barriers of intercultural communication of students native Papuan in SMA YPPK Teruna Bakti Jayapura. The method used in this research is descriptive qualitative method. In this research, the writer uses purposive sampling technique for the selection of subject, with the informants as much 10 students. The data source used is primary data source and secondary data relating to empirical situation and condition. Interviews and documentation to obtain primary data on intercultural communication barriers of Papuan students and immigrans students of Jayapura at SMA YPPK Teruna Bakti. The results showed that intercultural communication barriers are still frequent because each tribe still has difficulty in understanding every culture difference. The inhibiting factors of intercultural communication are language differences, nonverbal misconceptions (such as body gestures, voices and so on) and in their perceptions of judging each of the two tribes.d by intercultural communication barrier that happened among students of native Papuan with students Papuan immigrants in Jayapura. The purpose of this research is to describe and analyze the barriers of intercultural communication of students native Papuan in SMA YPPK Teruna Bakti Jayapura. The method used in this research is descriptive qualitative method. In this research, the writer uses purposive sampling technique for the selection of subject, with the informants as much 10 students. The data source used is primary data source and secondary data relating to empirical situation and condition. Interviews and documentation to obtain primary data on intercultural communication barriers of Papuan students and immigrans students of Jayapura at SMA YPPK Teruna Bakti. The results showed that intercultural communication barriers are still frequent because each tribe still has difficulty in understanding every culture difference. The inhibiting factors of intercultural communication are language differences, nonverbal misconceptions (such as body gestures, voices and so on) and in their perceptions of judging each of the two tribes.</em></p> Rostini Anwar ##submission.copyrightStatement## https://ojs.unikom.ac.id/index.php/common/article/view/1190 Mon, 24 Dec 2018 00:00:00 +0700 PROSES KOMUNIKASI INTERPERSONAL ORANG TUA DENGAN ANAK AUTIS DALAM MEMBENTUK KEMANDIRIAN ANAK https://ojs.unikom.ac.id/index.php/common/article/view/1191 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses komunikasi interpersonal orang tua kepada anak autis di Kota Bandung. Untuk menjawab dari tujuan penelitian tersebut, peneliti menetapkan sub fokus pada Komunikasi verbal, komunikasi nonverbal, dan faktor penghambat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi deskriptif dimana informan yang terlibat dalam penelitian ini berjumlah lima orang yang terdiri dari empat informan kunci sebagai orang tua dan satu informan pendukung psikolog anak sebagai informan pendukung. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses komunikasi interpersonal yang dilakukan antara orang tua dengan anak autis tidak seperti melakukan komunikasi dengan anak normal dan sulit untuk melakukan komunikasi agar dapat dipahami oleh anak autis. Komunikasi verbal yang dilakukan dengan autis harus jelas, tegas, singkat dan juga dengan menggunakan metode gambar, serta adanya kata-kata perintah yang diberikan demi kemandirian anak autis. Komunikasi nonverbal dilakukan dengan gerakan-gerakan ketika orang tua memberikan larangan kepada anak dengan menggunakan gerakan jari telunjuk yang mengacung kemudian digoyangkan, mereka akan segera berhenti melakukan hal tersebut dan memahami bahwa hal tersebut dilarang. Faktor penghambat dalam berkomunikasi dengan anak autis yaitu sulitnya melakukan kontak mata, kurangnya respon yang diberikan, kesulitan berbicara yang dialami anak autis, serta gangguan pada bidang sensori.</p><p> </p><p>---------------------------------------------------------------------------------</p><p> </p><p><em>This study aims to determine the parent's interpersonal communication process to autistic children in the city of Bandung. To answer the purpose of the study, the researcher established a sub focus on verbal communication, nonverbal communication, and inhibiting factors. This study uses qualitative methods with descriptive studies where the informants involved in this study amounted to five people consisting of four key informants as parents and one informant supporting child psychologists as supporting informants. The results of this study indicate that the process of interpersonal communication carried out between parents and children with autism is not like communicating with normal children and is difficult to communicate so that it can be understood by children with autism. Verbal communication done with autism must be clear, firm, concise and also by using the image method, as well as the words of the commands given for the independence of autistic children. Nonverbal communication is carried out with movements when parents give a prohibition to children by using the movement of the index finger that is raised and then shaken, they will immediately stop doing that and understand that it is prohibited. Inhibiting factors in communicating with children with autism are difficulty in making eye contact, lack of response given, speech difficulties experienced by autistic children, and disturbances in the sensory field.</em></p> Tina Rakhmatin, Dian Amilia ##submission.copyrightStatement## https://ojs.unikom.ac.id/index.php/common/article/view/1191 Mon, 24 Dec 2018 00:00:00 +0700 PERAN HUMAS PEMERINTAH DALAM PEMASARAN CITY BRANDING MELALUI MEDIA MASSA https://ojs.unikom.ac.id/index.php/common/article/view/1192 <p class="Common-AbstrakIsi">Era globalisasi menuntut sebuah kota untuk mengelola citranya dan menjadikan citra itu sebagai komoditas, bersaing untuk menjadi yang terbaik. Media massa memainkan peran penting sebagai salah satu media pemasaran dalam membentuk city branding untuk sebuah kota. Dengan demikian, humas pemerintah harus melakukan komunikasi interaktif dengan media massa atau pers.</p><p class="Common-AbstrakIsi">Public Relations dan mitranya, media massa atau pers, tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Melalui media massa, Public Relations sebagai strategi promosi city branding dapat menyampaikan informasi tentang kota secara lebih komprehensif.</p><p>Penerapan branding kota pemasaran melalui media massa oleh public relations pemerintah, dapat dilakukan dengan membuat profil kota / daerah yang harus disebarluaskan ke media massa di Indonesia dengan bahasa nasional, dengan desain yang menarik, sehingga mereka dapat dengan mudah menarik perhatian. Dalam praktik pemasaran atau promosi branding kota melalui media massa oleh humas pemerintah, setiap pemimpin daerah seperti walikota atau bupati harus diberi tanggung jawab untuk mempromosikan branding kota, terutama melalui media massa, baik cetak maupun elektronik.</p><p> </p><p>---------------------------------------------------------------------------------</p><p> </p><p class="Common-AbstractContent"><em>The era of globalization requires a city to manage its image and make the image like a commodity, competing to be the best. Mass media plays an important role as one of the marketing media in forming city branding for a city. Thus, government public relations must make an interactive communication with the mass media or the press.</em></p><p class="Common-AbstractContent"><em>Public Relations and its partners, mass media or the press, can not be separated from each other. Through mass media, Public Relations as a promotion strategy of city branding can convey information about a city more comprehensively.</em></p><p><em>The application of marketing city branding through the mass media by government public relations, can be done by making a profile of the city/region that must be disseminated to the mass media in Indonesia with national language, with attractive designs, so that they can easily draw the attention. In the practice of marketing or promoting of city branding through the mass media by government public relations, every regional leader like a mayor or a regent must be given the responsibility to promote city branding, especially through mass media, both print and electronic.</em></p> Uud Wahyudin, Dedi Rumawan Erlandia ##submission.copyrightStatement## https://ojs.unikom.ac.id/index.php/common/article/view/1192 Mon, 24 Dec 2018 00:00:00 +0700